Title:
Lucky
Author:
Monie Akakuro
Rating:
PG - 13
Genre:
Romance
Length:
One Shot
Main Cast:
- Byun Baekhyun EXO
- Goo Ha Ra (OC)
Other Cast:
- Kim Jongin / Kai EXO (Cameo)
-
Kim Minseok / Xiumin EXO (Cameo)
Disclaimer:
Lagu Lucky yang semangat pas banget
buat cerita Baekhyun! Hahhaa
****
Seorang wanita cantik berambut
panjang dengan santai mendorong stroller bayi di sebuah taman asri disudut kota
Seoul. Sesekali ia mengobrol kepada wanita lebih tua disebelahnya yang terus
digandeng oleh pria yang memegang coat putih ditangannya. Terlihat suami wanita
itu sepertinya seorang dokter.
"Yeobo!!"
Wanita yang mendorong stoller itu
menoleh setelah mendengar suara yang dikenalnya berteriak memanggil.
Senyumnya merekah melihat pria di
dekat air mancur berjalan mendekat ke arahnya.
"Aah appa sudah
datang~~!!" Beritahu wanita itu kepada bayi nya yang baru saja terbangun
di dalam stoller.
10 tahun sebelumnya
"Kau siap??"
Seorang anak laki-laki berseragam
sekolah berbisik pelan kepada seorang gadis yang ikut jongkok disampingnya.
Gadis itu juga memakai seragam yang sama sambil mengangguk mantap mendengar apa
yang akan diperintahkan nanti oleh anak laki-laki itu.
Pandangan gadis itu berbeda apa yang
dilihat oleh anak laki-laki yang sudah mengangkat setengah pantat nya berdiri.
Pandangannya ia konsentrasikan ke sebuah pintu yang tertutup rapat berjarak 300
meter dari tempatnya tanpa dijaga oleh seseorang. Sedangkan pandangan anak
laki-laki itu tertuju pada 2 orang penjaga di depan sebuah gate masuk stadium.
Suasana disekitar sini sekarang
sudah diperkirakan sebelumnya di dalam otak anak laki-laki itu. Sepi. Tidak
terlalu banyak orang namun suara musik kencang sudah terdengar bergemuruh dari
dalam stadium.
Sempurna. Ini yang anak laki-laki
itu inginkan walaupun ia harus bersabar dan merelakan beberapa waktu yang
terbuang demi untuk gadis yang jongkok disampingnya ini bisa masuk bersama
dirinya kedalam stadium.
"Hana.."
Kedua pantat mereka terangkat
bersamaan saat anak laki-laki itu mulai menghitung. Posisi keduanya sudah dalam
keadaan bersiap.
"Dul.."
Gadis itu semakin memincingkan
matanya melihat ke arah pintu yang sudah ia targetkan sejak tadi.
"Set!"
"Aaaakkkk!! Ajussi! Ajussi!!
Tolooongg! Kaki ku! Kaki ku sakit sekalliiiii!!" Anak laki-laki itu langsung
berteriak dengan sekuat tenaga kepada 2 penjaga yang ada di depan pintu gate.
Benar saja, kedua penjaga yang ada
disana menghampiri anak laki-laki itu yang kini sudah terduduk di atas tanah
sambil meringis kesakitan memegang kakinya yang katanya sakit itu.
"Hey! Kau kenapa?" Tanya
salah satu penjaga yang bertampang agak galak menghampiri anak laki-laki itu.
"Ya ajussi tolong aku,
sepertinya kaki ku terkilir!" Anak laki-laki itu semakin meringiskan
wajahnya seolah-olah kakinya benar-benar sakit sekali.
Penjaga yang satu nya berjongkok
disamping tubuh anak laki-laki itu. Tangannya mulai memeriksa kaki yang ia
pegang. "Yang ini?"
"Akh iya, disitu sakit sekali!
Pelan-pelan ajussi!" Teriak anak itu lagi sambil memegang tangan penjaga
yang sedang memijat-mijat kakinya.
Rencana berhasil. Pengawasan kedua
penjaga itu sudah teralihkan ke kaki anak laki-laki itu. Keduanya berjongkok
disamping anak itu masih memeriksa kakinya yang terkilir. "Ya pelan-pelan
ajussi.." Kata anak laki-laki itu memelankan suaranya dan kepalanya
sedikit menoleh berputar kebelakang tanpa sepengetahuan si kedua penjaga. Dari
sudut matanya ia melihat dari kejauhan sebuah tas berwarna pink sudah masuk
kedalam stadium sebelum pintunya tertutup rapat lagi.
"Aakhh sepertinya kakiku sudah lebih
baik.." Anak laki-laki itu menekuk kakinya dan menjulurkannya kembali
secara berulang. Memamerkan bahwa kakinya sudah baik-baik saja.
"Ya! Kau mau menipu kami
ya!?" Kata si penjaga yang bertampang galak. Ia sudah mulai berdiri tidak
berjongkok disamping anak itu.
"Menipu apa? Kakiku benar-benar
terkilir sewaktu aku berlari kesini. Tolong bantu aku berdiri, aku sudah
terlambat masuk ke dalam" Kedua tangan anak laki-laki itu terjulur meminta
bantuan tanpa memperdulikan tatapan galak salah satu penjaga.
"Jangan banyak alasan kau,
sudah banyak metode yang kau pakai untuk bisa masuk kedalam konser secara
gratis!" Penjaga itu tidak memperdulikan tangan anak laki-laki itu yang
menjulur kepadanya.
"Aiish! Kau tidak percaya
padaku!?" Tangan anak laki-laki itu merogoh kedalam saku celananya.
Mengeluarkan selembar tiket lalu mengibar-ibarkannya didepan wajah kedua
penjaga. "Ini tiket ku! Cepatlah kalian periksa, aku mau masuk
kedalam!"
Penjaga yang bertampang galak itu
mengambil tiket yang dikibar-kibarkan di depannya. Memeriksanya secara teliti
apakah ini tiket palsu atau bukan. Ternyata dugaan nya salah, tiket anak ini
benar-benar asli. Lengannya menyenggol lengan temannya menyuruh membantu anak
laki-laki itu berdiri.
"Benar kan? Aku tidak menipu
kalian?" Tanya anak laki-laki itu sambil berdiri dan membersihkan
celananya yang kotor karena tadi duduk dibawah. Senyumannya sangat menyebalkan
sekali menatap si kedua penjaga. Karena ia merasa menang tiket yang ia miliki
adalah asli.
"Baiklah, cepat kau masuk kedalam!"
Kata si penjaga bertampang galak sambil merobekan tiket dan menyerahkannya
kembali ke anak laki-laki itu.
"Terima kasih! Terima kasih
juga kaki ku tidak sakit lagi!" Anak laki-laki itu bergegas masuk kedalam.
Tak lupa ia menyeret-nyeret kaki nya juga agar kedua penjaga itu tidak curiga.
Seringaian anak laki-laki itu
merekah sangat lebar setelah melewati kedua penjaga tadi. Misi dia berhasil.
Gadis tadi sudah masuk kedalam stadium dengan aman. Dan sekarang ia bisa
masuk kedalam tanpa kecurigaan sedikitpun dari para penjaga. Langkah kaki anak
itu semakin cepat dan berlari setelah merasa kedua penjaga itu sudah tidak
terlihat lagi.
"Taeyeon-ssi I'm
comiiiiinnnggg!!!" Teriak anak laki-laki itu sambil berlari kegirangan ke
arah pintu yang dari dalam terdengar suara gemuruh musik yang sangat kencang
dan terlihat lampu-lampu berwarna pink menyala saat tangan anak laki-laki itu
mendorong pintu terbuka.
Baekhyun's Story: Lucky
"♪ I got a boy meotjin! I got a
boy chakhan!
I got a boy awesome boy wanjeon
banhaenna bwa♪"
"♪ I got a BOOOOYYY!"
Tanpa Baekhyun sadari suara senandung pelannya menjadi kencang karena kaget
mendengar suara SNSD yang tiba-tiba menjadi lebih kencang juga dari balik
earphone yang ia pakai.
Mata Baekhyun yang tadi terpejam
menikmati alunan suara Taeyeon kini terbuka lebar dan melihat sebuah tangan
putih dan lentik sedang berada diponsel nya yang ia taruh diatas meja sambil
terus menekan tombol volume.
"Ya! Ha Ra!!" Teriak
Baekhyun memukul-mukul tangan lentik itu dan mencopot earphone nya dari kedua
telinga yang suaranya semakin kencang. Tanpa melihat wajahnya pun Baekhyun tahu
siapa pemilik tangan lentik itu. Apalagi yang sampai berani berbuat ulah iseng
seperti ini kepadanya.
Goo Ha Ra. Gadis manis berkuncir
kuda yang berdiri disamping bangku Baekhyun terus terkekeh dan menyengir
melihat usahanya mengerjai Baekhyun berhasil. Pasti kedua telinga anak itu
menjadi sakit sekarang karena mendengar suara idolanya teriak di telinga dia.
Kedua tangan Baekhyun mengusap-usap
telinganya berharap gendang telinganya tidak pecah. Tapi sepertinya telinga nya
baik-baik saja karena ia masih bisa mendengar suara kekehan Ha Ra yang sudah
duduk disamping bangku nya.
Mungkin Baekhyun akan marah jika
yang melakukan hal tadi adalah orang lain. Tapi ia tidak akan marah jika yang
melakukannya adalah gadis ini. Goo Ha Ra, teman sejak ia masih kecil dan juga
tetangga sebelah rumahnya. Karena Baekhyun sudah merancang rencana untuk membalas
ulah iseng gadis itu tadi.
"Wae?" Tanya Ha Ra
menghentikan kekehannya saat melihat tangan Baekhyun menadah ke arahnya.
"Kau harus mentraktirku karena
rencanaku tadi malam telah sukses! Kau bisa menonton konser SNSD secara
gratis!" Pinta nya masih sambil menjulurkan tangan ke arah Ha Ra dengan
senyum cemerlang.
"Ya!" Ha Ra memukul tangan
Baekhyun yang terjulur itu. "Aku harus membayar!? Gara-gara siapa aku
tidak punya tiket!!? Gara-gara siapa tiket konserku jatuh kebawah peron rel
kereta eoh!!???" Nada suara Ha Ra semakin meninggi sambil membelalakan
matanya menatap puppy eyes Baekhyun. Ia menjadi kesal kembali mengingat ulah
anak itu semalam. Gara-gara Baekhyun kegirangan ia akan menonton konser Taeyeon
idolanya, ia menari-nari tidak jelas sambil mendengarkan lagu SNSD sewaktu
menunggu kereta bawah tanah bersama Ha Ra. Secara tidak sengaja tangan Baekhyun
menyenggol tangan Ha Ra yang sedang memegang tiket konsernya untuk melihat jam
berapa konser itu dimulai. Tapi sebelum ia melihatnya, tiket itu sudah terbang
dan terjatuh ke bawah peron rel kereta yang tidak mungkin bisa Ha Ra ambil.
Dan sekarang anak itu meminta dia
untuk membayarnya!? Benar-benar keterlaluan sekali. "Ah jinjja! Gara-gara
kebodohanmu tiketku jatuh!"
"Ya! Tapi karena ideku kau bisa
tetap masuk kan?". Tangan Baekhyun menangkis tangan Ha Ra yang akan
menjitak kepalanya. Dengan gesit Baekhyun berdiri dari bangku nya dan kabur
menghindari pukulan Ha Ra.
"Baekhyun-a!! Sini kau!"
Teriak Ha Ra mengejar Baekhyun yang sudah berlari keluar kelas sambil tertawa
kencang karena dia bisa menghindar dari pukulan Ha Ra.
Bunyi derap langkah kaki lari mereka
terdengar menjauh di koridor dari kelas kosong yang baru saja mereka
tinggalkan. Sudah hampir lama kelas ini kosong dari waktu bel pulang berbunyi.
Berarti sudah hampir lama itulah Baekhyun menunggu Ha Ra didalam kelasnya
sendirian yang sudah sepi.
Baekhyun mengatur nafasnya yang
terengah di depan loker sepatu. Cukup lelah juga berlari dari kejaran Ha Ra.
Sambil mencopot sepatunya ia menselonjorkan tubuhnya bersender ke loker. Sejak
dulu ia tidak pernah berhasil kabur dari Ha Ra, pasti selalu saja gadis itu
dapat mengejarnya. Entah itu karena kaki dia yang terlalu pendek atau stamina
gadis itu yang terlalu berlebihan. Sampai sekarang Baekhyun belum pernah
menemukan jawabannya.
Baru saja Baekhyun ingin mengambil
sepatunya yang ada didalam loker, namun matanya tertuju kepada sebuah kotak
berpita dan sebuah surat yang sudah ada didalam.
Apa ini? Pikir Baekhyun. Seseorang
mengirimkan sebuah kado untuk dirinya? Tangan Baekhyun mengeluarkan kedua benda
itu dari dalam loker. Dibukanya surat yang terlipat itu dan ada beberapa
kalimat yang tertulis rapi didalamnya.
"Annyeonghaseyo Baekhyun oppa,
Kuharap kau menyukai kue coklat yang
aku buat sendiri untukmu.
Sudah lama aku sangat menyukaimu.
Selain kau tampan, kau juga seorang pria yang lucu. Setiap aku memperhatikanmu
pasti saja aku selalu tertawa. Aku ingin mengenal jauh tentangmu oppa.
Saranghae..
Lee Yoomi. 2-D"
Baekhyun menoleh dengan malas
melihat Ha Ra yang sudah ada dibelakangnya. Mengintip dari balik bahu Baekhyun
sambil membaca surat yang ia pegang dengan cukup kencang.
"Kau mendapatkan surat cinta
dari adik kelas?" Goda Ha Ra merebut surat yang Baekhyun pegang sambil
tertawa. "Boleh aku muntahkan surat ini? Atau aku bingkai saja karena dia
sudah menyebutmu tampan dan lucu?"
"Kau simpan saja surat itu,
mungkin akan ada lagi surat yang datang dari murid-murid perempuan yang lain.
Aku ini memang terkenal, tampan dan lucu..."
"Aiish~" Ha Ra melengos
dengan malas melihat Baekhyun bergaya bak foto model memperlihatkan bahwa ia
memang sangat tampan didepan Ha Ra.
"Tapi sayang sekali anak itu
tidak membuatkan kue strawberry kesukaanmu. Jadi, kue cokelat itu untuk ku
saja!" Tangan Ha Ra mengambil kotak berpita yang dipegang Baekhyun. Ia
tahu betul kue cokelat bukan kesukaan Baekhyun, tapi kesukaannya.
"Aahh sepertinya enak~ anak itu
pintar sekali membuatnya~" Mata Ha Ra berbinar saat membuka tutup kotak
kue. Hiasan cokelat pada kue itu menggugah selera Ha Ra. Tanpa sendok pun Ha Ra
sudah mencolek kue nya dengan tangan dan memasukkannya kedalam mulut.
"Aaahh enaaakkkk sekalii"
"Kau tidak mengenal Lee Yoomi?
Seperti apa dia?" Tanya Baekhyun memperhatikan Ha Ra yang sedang makan kue
cokelat itu dengan nikmat.
Kepala Ha Ra menggeleng.
"Molla, belum pernah mendengar nama itu.." Tangannya masih terus
mencolek kue cokelat kedalam mulutnya.
"Ah kau tidak gaul!" Ujar
Baekhyun meremehkan. Sembari tangannya terjulur ke arah wajah Ha Ra saat
melihat ada sisa cokelat didekat bibir gadis itu dan langsung ia bersihkan
dengan ibu jarinya.
"Bukan aku yang tidak gaul,
tapi anak itu saja yang tidak populer sampai-sampai aku tidak mengenalnya"
Ucap Ha Ra menyangkal kalau dia tidak populer di sekolah ini. Ia menyodorkan tangannya
yang sudah mencolek kue cokelat ke arah Baekhyun. Dengan cepat Baekhyun
langsung menarik tangannya dari wajah Ha Ra dan mundur menjauhi tangan gadis
itu. Ia tidak terlalu suka dengan cokelat. Ha Ra tertawa lepas melihat wajah
Baekhyun mengernyit tidak suka melihat cokelat yang ia sodorkan.
"Ayo cepat kita pulang! Aku
sudah lapar!" Baekhyun menarik tangan Ha Ra yang tidak memegang kue
cokelat agar ia berjalan keluar.
"Traktir aku tteokpoki
pedas.." Pinta Ha Ra menyeret kakinya gontai karena sudah ditarik oleh
Baekhyun.
"Tidak mau.."
"Kalau begitu ganti rugi tiket
ku yang jatuh.."
"Baiklah, tteokpoki pedas dan 1
gelas susu dingin.."
***
"Ha Ra-ya, buka
jendelamu.."
Terdengar suara sayup-sayup
memanggil nama Ha Ra dari luar. Ha Ra yang masih sibuk membrowsing di depan
komputer tidak memperdulikan suara yang ada diluar. Ini masih pagi tapi
Baekhyun sudah mengganggunya.
Sabtu pagi adalah waktu yang tepat
untuk bersantai dirumah. Santai cara Ha Ra adalah dengan membrowsing segala
info tentang idolanya yaitu EXO. Dengan melihat info yang terkini tentang
mereka saja sudah membuat hati Ha Ra bahagia. Apalagi dia sangat suka sekali
dengan salah satu membernya yang tampan berasal dari Canada dan China, Wu
Yifan.
"Ha Ra-ya cepat buka
jendelamu!" Suara Baekhyun semakin keras diluar dan mulai mengetuk-ngetuk
jendela Ha Ra tidak sabar.
"Aish kenapa dia berisik sekali
sih!?" Gerutu Ha Ra sambil berdiri dari meja komputernya dan berjalan ke
arah jendela.
Diluar Ha Ra melihat Baekhyun
bertelanjang dada hanya memakai celananya saja jongkok didepan jendela kamar Ha
Ra.
Kamar mereka berdua memang berada di
lantai 2 dan masing-masing jendelanya saling berhadapan. Hanya dengan
menjulurkan kaki sedikit saja mereka berdua bisa langsung menginjak genteng
rumah dan masuk kedalam kamar. Makanya dengan mudah Baekhyun sudah berada
didepan jendela kamar Ha Ra.
"Ya! Baekhyun-a! Kenapa kau
tidak pakai baju!?" Tanya Ha Ra melihat Baekhyun dengan aneh.
"Cepatlah, aku mau masuk
kedalam. Diluar dingin sekali!"
Sambil menggigil kedinginan menutupi
tubuhnya dengan kedua tangan Baekhyun mendorong jendela yang sudah dibuka
kuncinya oleh Ha Ra dan segera melangkahkan kakinya masuk kedalam.
"Mau apa sih kau kesini!?"
Tanya Ha Ra lagi, ia masih kesal kehadiran Baekhyun sudah mengganggu sabtu pagi
nya ini untuk berfansgirling. Ia menutup kembali jendelanya rapat-rapat karena
hawa diluar memang dingin sekali.
Tidak perduli dengan raut wajah Ha
Ra yang sudah kesal terhadapnya, tangan Baekhyun menjulur ke arah gadis itu.
Memberikan sebuah jaket tebal miliknya.
"Kancing jaketku banyak yang
lepas. Ha Ra tolong kau jahitkan ya?"
"Mwo!?"
Mata Ha Ra membulat dengan sempurna
mendengar Baekhyun menyuruhnya. Apa-apan dia!?
"Kau menyuruhku menjahitkan
jaketmu!?!! Memangnya dimana Byun Ahjumma?"
"Molla~ Eomma sudah tidak
terlihat sejak aku bangun, di rumah tidak ada orang.. Ah jinjja disini hangat
sekali~"
Sehabis melemparkan jaketnya ke arah
Ha Ra, Baekhyun melompat ke tempat tidur gadis itu dan membaringkan dirinya
sambil menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut pink tebal milik Ha Ra yang
baru saja gadis itu rapihkan.
"Ya Baekhyun!! Aku sudah
merapihkan tempat tidurku!!!" Teriak Ha Ra kesal melihat Baekhyun sudah
berguling-gulingan didalam selimut diatas tempat tidurnya. Baru saja tadi dia
punya mood untuk merapihkan, sekarang tempat tidurnya sudah berantakan lagi.
"Sudah cepat kau jahitkan
jaketku saja, aku kedinginan gara-gara kau lama sekali membuka jendela!"
Jawab Baekhyun dari balik selimut. Ia terus membenamkan dirinya kedalam hangatnya
selimut tebal milik Ha Ra.
"Ah jinjja.." Ha Ra tidak
tahu harus mengomel bagaimana lagi melihat kelakuan Baekhyun yang selalu
seperti ini. Selalu menyuruhnya menjahitkan baju nya yang terkadang robek atau
ada beberapa kancing terlepas. Ia tendang kaki Baekhyun yang terlihat sedikit
menjulur keluar dari balik selimutnya. Hanya erangan kecil terdengar dari balik
selimut dan kaki putih kurus itu sudah masuk kedalam lagi tanpa ada balasan
ocehan makian yang selalu Baekhyun lontarkan untuk Ha Ra.
Ha Ra meletakkan jaket Baekhyun
disamping komputer. Ia melanjutkan browsing nya tadi yang sempat tertunda tanpa
perduli dengan jahit menjahit, toh pemilik jaketnya sendiri pun sudah
mendengkur dibalik selimutnya.
"MWO!!??? EXO NANTI MALAM
KEMBALI KE KOREA!!??"
Ha Ra berteriak setelah setengah jam
ia membrowsing tentang idolanya. Ia sipitkan lagi matanya dan semakin cepat ia
menscroll mouse komputer mencari kepastian tentang kabar idolanya akan kembali.
Teriakan histeris Ha Ra hanya
membuat makhluk yang ada di dalam selimut beringsut sedikit saja. Tidak
mempengaruhi sama sekali tidurnya.
"Ya! Baekhyun-a!! Malam ini
kita harus ke airport!"
Lagi-lagi makhluk didalam selimut
itu hanya bergerak sedikit tidak bangun oleh panggilan Ha Ra.
"Baekhyun-a! Ireona ppali!"
Panggil Ha Ra masih dari depan komputernya. Ia menengok ke belakang dan melihat
gundukan selimut itu masih sama seperti tadi. Baekhyun tidak bangun juga.
"Anak ini..." Ha Ra
menarik setengah bibirnya ke atas, kesal melihat Baekhyun masih didalam selimutnya.
Ia mengangkat sebelah tangan setelah mengambil buku yang ada didekatnya.
Mencoba mau menimpuk gundukan selimut itu agar Baekhyun terbangun. Namun Ha Ra
harus menggagalkan niatnya untuk menimpuk Baekhyun karena telinganya mendengar
ada suara ketukan pintu dari luar.
"Ha Ra-ya... Cake strawberry ku
sudah jadi. Kau mau coba?" Kepala Ha Neul -Kakak perempuan Ha Ra-
menyembul dari balik pintu.
"Wae? Kau mau menimpukku?"
Tanya Ha Neul ketika melihat kedalam tangan Ha Ra sedang terangkat memegang
buku.
Melihat kepala kakaknya di balik
pintu Ha Ra langsung menurunkan tangannya. "Ani! Bukan untuk eonni, tapi
untuk anak itu!" Jari telunjuk Ha Ra mengarah ke tempat tidurnya.
"Nugu? Baekhyun?" Kepala
Ha Neul menoleh kemana jari telunjuk Ha Ra mengarah.
Kepala Ha Ra mengangguk.
"Pagi-pagi dia sudah menggangguku.."
"Kebetulan..." Ha Neul
masuk kedalam kamar sambil tersenyum senang mengetahui ada Baekhyun disini. Ia
menghampiri tempat tidur Ha Ra dan duduk disamping gundukan itu.
"Baekhyunie~ kau mau coba cake
strawberry ku tidak?" Tangan Ha Neul membuka selimut itu agar Baekhyun
terbangun. Tapi mata Ha Neul sedikit melebar melihat didalam selimut itu
Baekhyun bertelanjang dada tidak memakai baju. Ia langsung menengok ke arah Ha
Ra meminta penjelasan.
"Eonni apa yang kau
pikirkan?!" Tanya Ha Ra skeptis melihat tatapan kakaknya. "Kau jangan
berpikir yang aneh-aneh, dia tiba-tiba muncul meminta aku untuk menjahitkan
jaketnya.." Ha Ra langsung menjelaskan kenapa Baekhyun seperti itu.
Ha Neul tertawa kecil melihat adiknya
langsung gugup hanya karena ia menatap tadi. Ia juga tidak akan berpikir sampai
sejauh itu melihat Baekhyun tidak memakai baju dikamar adik perempuannya.
Mungkin ia akan berpikir curiga jika pria yang ada didalam selimut itu bukan
Baekhyun. Tapi ini beda, ia sudah mengenal Baekhyun sejak berumur 2 tahun.
Sudah seperti adiknya sendiri.
"Arra arraa~" Kepala Ha
Neul mengangguk-angguk.
"Baekhyunie~ ayo cepat bangun
kalau tidak nanti cake strawberry mu dihabiskan oleh Ha Ra!"
Sepertinya ucapan Ha Neul ada
efeknya. Selimut pink itu langsung terbuka dan Baekhyun langsung terbangun.
"Aish jinjja! Wanita rakus itu pasti akan menghabiskan jatahku!"
Ha Neul tertawa geli melihat
kelakuan Baekhyun yang sudah beranjak bangun dari tempat tidur dengan setengah
nyawa dan ia keluar kamar menuju meja makan dimana cake strawberry biasa
tersimpan.
"Anak itu!! Telinganya hanya
mendengar cake strawberry saja? Matanya sudah buta tidak melihatku masih
disini!" Sewot Ha Ra kesal. Ia keluar kamar menyusul Baekhyun dengan aura
siap membunuh.
***
"Ha Ra-ya~ kau yakin mereka
akan datang sekarang?" Tanya Baekhyun sambil tangannya memindahkan acar
yang ada di hamburger nya ke hamburger Ha Ra yang belum ia makan.
"Mmh!" Jawab Ha Ra dengan
pasti. Matanya masih terus mengawasi keadaan diluar.
Mereka berdua sekarang tengah asyik
duduk di bangku single yang menghadap ke kaca luar restoran hamburger. Akhirnya
ia bisa membujuk Baekhyun untuk ikut dengannya ke airport. Hanya untuk melihat
artis idolanya secara dekat. Tapi membujuk Baekhyun tidaklah mudah. Dengan
sangat terpaksa Ha Ra harus rela mengeluarkan lebih uang jajannya untuk
mentraktir Baekhyun makan siang selama seminggu ke depan.
"Kau benar-benar yakin? Tapi
kenapa disini sepi sekali?? Biasanya kan banyak fans yang menunggu juga?"
Ucap Baekhyun sekali lagi sambil menggigit hamburgernya membuat Ha Ra juga
merasa sedikit aneh.
Benar juga ucapan Baekhyun. Kenapa
disini tidak ada fans yang bergerombolan? Biasanya jika EXO datang ke airport
hampir ratusan orang memenuhi airport. Tapi kenapa ini sepi sekali? Apa Ha Ra
salah membaca info?
"Ha Ra-ya kau pasti salah
membaca info kedatangan mereka, ah jinjja tahu begitu lebih baik aku dirumah
saja.."
Ha Ra tidak memperdulikan ocehan
Baekhyun. Ia tengah sibuk dengan ponselnya mencari info lagi.
"Benar kok, hari ini mereka
akan datang." Alis Ha Ra mengkerut masih bingung dengan info yang ia
dapat. Di situs para fans bilang mereka akan datang hari ini di Incheon
Airport.
"Ha Ra-ya kau mau lagi tidak
acar timun ku?" Baekhyun menjulurkan acar timun dari hamburgernya dengan
jijik ke arah Ha Ra. Ia sungguh benci sekali dengan sayuran yang satu itu.
"Baekhyun-a! Ini benar kan
terminal arrival?" Tanya Ha Ra mengagetkan Baekhyun karena ia menoleh ke
arahnya secara tiba-tiba.
Masih menjulurkan timunnya kepala
Baekhyun mengangguk. "Iya, ini benar tempat arrival. Kau tidak percaya
kepadaku??"
Wajah Ha Ra menjauh dari wajah
Baekhyun. Raut wajahnya masih bingung apa dia benar-benar salah EXO tidak
datang hari ini?
Matanya menatap sekitar. Kenapa diluar
sana tidak ada fans lain? Ha Ra melongokan kepalanya melihat ke luar kaca.
Namun pandangan matanya tertuju pada sebuah papan kuning menyala. Seketika itu
juga emosinya langsung naik saat membaca bacaan papan itu kepada pria
disampingnya yang masih saja menyisihkan acar timun dan memasukannya lagi
kedalam hamburger Ha Ra.
"Baekhyun-a!!!"
"Wae??" Baekhyun terkejut
lagi mendengar Ha Ra berteriak lagi ke arahnya. Ia menoleh ke wanita itu dengan
wajah tanpa dosa.
"Benar kan ini tempat
arrival??"
"Ne~ wae??"
Ha Ra mendecak kesal dan ia
mengacak-acak rambutnya. "Tapi ini tempat untuk arrival penerbangan dalam
negeri! Kau tahu tidak!!??" Ha Ra menatap marah Baekhyun yang sudah sangat
sok tahu nya ia mengajak Ha Ra kesini jika disini memang benar tempatnya.
"Jeongmal? Jadi ini bukan untuk
penerbangan internasional?" Tanya Baekhyun celingukan mencari sesuatu yang
memastikan ternyata ia salah tempat.
"Aaaaakk Baekhyun pabo!! Kalau
begitu ayo cepat kita harus pergi dari sini!" Dengan cepat Ha Ra turun
dari kursi nya dan langsung melesat keluar restoran.
Baekhyun dengan susah payah menelan
sisa hamburger dimulutnya saat melihat Ha Ra sudah meninggalkan dia sendirian.
Wanita itu kenapa cepat sekali sih? Pikir Baekhyun sambil cepat-cepat meminum
cola nya sebelum ia menyusul Ha Ra.
**
Jarak antara arrival domestik dan
international ternyata sangat jauh. Kaki Ha Ra belum berhenti juga berlari.
Sesekali ia menengok ke belakang untuk melihat apakah Baekhyun masih ada
dibelakangnya atau tidak, dan ternyata Baekhyun jauh sekali tertinggal di
belakang.
Menyebalkan sekali anak itu. Kenapa
larinya lambat sekali? Batin Ha Ra dengan kesal. Ia tidak perduli lagi. Ia
terus melangkahkan kakinya berlarian didalam airport pada saat jam tengah malam
seperti ini. Ia harus bertemu dengan Wu Yifan. Kalau tidak sia-sia sekali ia
datang kesini.
"Ah mian! Aku tidak
sengaja!"
Telinga Ha Ra mendengar suara
Baekhyun meminta maaf ke seseorang. Ia menghentikan lari nya dan menoleh ke
belakang. Disana Baekhyun sedang membungkuk meminta maaf kepada seorang pria
yang menurut Ha Ra cukup tampan sambil mengambil kopernya yang terjatuh di
dekat kaki Baekhyun. Orang itu kenapa ceroboh sekali sih?! Gerutu Ha Ra.
"Baekhyun-a!! Cepatlah! Nanti
aku tidak bisa melihat Wu Yifan!!" Teriak Ha Ra memanggil Baekhyun dengan
tidak sabar.
"Sebentar! Kau tidak lihat tadi
aku jatuh!?" Sahut Baekhyun balas teriak ke arah Ha Ra. Kenapa wanita itu
tidak memikirkan dirinya jatuh sih? Untung saja pria ini sungguh baik mau
memaafkan kecerobohannya.
Sudah tidak ada waktu lagi.
Sepertinya penerbangan dari China sudah landing sejak tadi dan Ha Ra akan
ketinggalan menyambut Wu Yifan. Ia segera berlari lagi meninggalkan Baekhyun
yang sedang membungkuk meminta maaf lagi ke pria tadi.
Benar saja, orang-orang sudah berlarian
ke arah luar karena rombongan EXO sudah mau memasuki mobil mereka. Suasana di
luar sangat hiruk pikuk sekali.
Ha Ra ingin masuk ke antara para
ratusan fans yang sedang mengerubungi EXO, ia ingin melihat Wu Yifan lebih
dekat karena dari sini hanya topinya saja yang bisa terlihat oleh mata Ha Ra.
Namun ada sebuah tangan yang menarik tangan Ha Ra saat ia mau masuk ke antara
ratusan orang itu.
"Jangan! Berbahaya! Kau bisa
tergencet dan terdorong oleh mereka."
Baekhyun sudah ada dibelakang Ha Ra
melarang ia untuk ikutan mengerubungi EXO didekat mobil.
Langkah Ha Ra terhenti. Ia mengikuti
larangan Baekhyun. Entah jarang sekali hati Ha Ra mau mengikuti larangan
Baekhyun seperti ini.
Ha Ra mengatur nafasnya yang lelah
karena tadi terus berlari. Matanya menatap sesal ke arah mobil melihat Wu Yifan
yang masih kesulitan masuk ke dalam mobil karena para fans yang begitu crowded
disekitarnya.
Suasana disekitar sana menjadi
sangat kacau. Para security pun tak segan-segan berteriak ke arah para fans
karena mereka saling mendorong.
Dan benar saja, akibat ulah mereka
yang saling mendorong membuat salah satu anak terdorong ke jalan.
Jemari Ha Ra tiba-tiba mencengkram
lengan Baekhyun dengan kuat. Kejadiannya begitu cepat. Didepan mereka berdua
terlihat seorang pria tertabrak mobil yang sedang melaju kencang disamping
mobil EXO untuk menyelamatkan anak yang tadi terdorong.
Selanjutnya Ha Ra tidak tahu lagi
apa yang terjadi. Matanya hanya bisa menatap dada Baekhyun didepannya karena
tadi tangan Baekhyun langsung meraih kepala Ha Ra berputar ke arahnya agar Ha
Ra tidak melihat pria itu terkapar tidak berdaya di jalanan.
"Mengerikan sekali... Pria itu
yang bertabrakan denganku tadi". Desis Baekhyun pelan masih memegangi
kepala Ha Ra agar tidak menoleh. Telinga Ha Ra bisa mendengar jeritan para anak
perempuan melihat kejadian disana. Tangannya masih mencengkram lengan Baekhyun
kuat. Seandainya saja tadi Baekhyun tidak melarangnya kesana, mungkin tubuhnya
yang sedang ada dijalanan itu. Ha Ra langsung memejamkan matanya kuat-kuat
membuang pikiran itu jauh-jauh dari otaknya.
***
Surat lagi?
Tangan Baekhyun meraih sebuah surat
pink dari dalam lokernya. Ternyata dari anak yang bernama Lee Yoomi lagi
memberinya surat cinta.
Baekhyun sungguh penasaran sekali
dengan wujud Lee Yoomi. Kenapa anak itu tidak memunculkan dirinya? Hampir
beberapa bulan ini sudah menjadi secret admirernya terus menerus.
Baekhyun melipat surat itu dan
menyelipkannya di saku celana. Ia menutup loker dan langsung terkejut saat
menoleh ke arah kiri wajah Ha Ra sudah ada dihadapannya.
"Ku kira kau hantu!
Mengejutkanku saja!" Telapak tangan Baekhyun langsung meraup wajah Ha Ra
saking terkejutnya.
Ha Ra malah menyengir lebar melihat
Baekhyun terkejut. Diusirnya tangan pria itu dari wajahnya. Dan langsung
memasang wajah memohon ke arah Baekhyun.
"Baekhyun-a~ kau mau ikut
denganku tidak?"
"Kemana? Tidak, Aku mau pulang.
Aku mau tidur." Tanya Baekhyun malas sambil memakai sepatu. Tidak perduli
dengan wajah Ha Ra yang sedang nyengir memohon.
"Aah sayang sekali~ Padahal aku
punya 2 tiket Lotte World dan 2 tiket makan gratis cake strawberry disana untuk
hari ini."
Cengiran Ha Ra semakin lebar saat
tangannya langsung ditarik oleh Baekhyun menyeretnya keluar dari tempat loker
sepatu. "Ppalli! Kita harus kesana sekarang juga!"
Hanya dengan 2 buah kata gampang
sekali mengajak anak ini. Batin Ha Ra sambil cekikikan. Cake Strawberry.
***
"Ppalli Baekhyun! Bus nya
keburu datang!!" Panggil Ha Ra kesal melihat Baekhyun dibelakangnya sibuk
membawa minuman.
"Tunggu, aku haus.." Jawab
Baekhyun santai menyeruput minumannya dengan sedotan. Masih sambil menyereput,
kedua mata Baekhyun langsung melebar saat melihat bus yang akan membawa mereka
ke Lotte World melintas disamping dirinya. "Ya ya! Tunggu!!"
Teriaknya cepat-cepat.
Keduanya langsung lari secepat
mungkin ke halte bus agar tidak tertinggal.
"Tolong tunggu sebentar!"
Teriak Ha Ra kepada Bus yang sudah berhenti.
Untung saja seorang wanita berbaju
putih yang sedang menunggu di halte sendirian mendengar teriakan Ha Ra.
Cepat-cepat Ha Ra dan Baekhyun
berlari ke arah bus yang sudah ditahan oleh wanita itu sampai mereka bisa masuk
ke dalam.
"Aahh aku lelah~~!" Keluh
Baekhyun sambil menempelkan kartu transportnya.
"Itu semua gara-gara kau lama
sekali!" Omel Ha Ra sambil menjitak kepala Baekhyun.
Baekhyun membuang tangan Ha Ra yang
ada diatas kepalanya dengan raut wajah kesal. Ia terus berjalan ke dekat wanita
berbaju putih tadi dan Ha Ra berdiri disampingnya yang masih saja mengomel.
Setelah bus jalan, Baekhyun melirik
wanita disamping kirinya. Cantik, dan sepertinya umurnya diatas Baekhyun
beberapa tahun saja. Tapi Baekhyun merasa agak sedikit aneh, kenapa wanita itu
terus tersenyum ke arah sebaliknya? Disamping kiri wanita itu tidak ada
siapa-siapa, apa mungkin dia tersenyum kepada tiang besi didalam bus? Heran
Baekhyun. Kemudian ia melirik lagi ke wanita itu yang tiba-tiba bergeser
kesamping menjauh dari nya. Kenapa dia menjauh? Apa bau badanku tidak enak?
Tadi aku memakai parfume kok, Pikir Baekhyun. Seketika Baekhyun merasa bulu
kuduknya merinding setelah wanita itu begeser. Ia merasa AC didalam bus menjadi
lebih dingin.
"Aahh ya!!" Tiba-tiba
minuman di tangan Baekhyun jatuh ke lantai gara-gara bus mengerem mendadak.
"Pabo!! Baekhyun kenapa kau
bodoh sekali! Sudah kubilangkan kau jangan beli minum, jadi tumpah begini
kan??!" Ha Ra langsung menjitak Baekhyun secara betubi-tubi. Dia kesal
sekali.
"Tadi aku haus sekali!"
Balas Baekhyun tak kalah berteriak ke Ha Ra.
"Mianhe ajumma" Baekhyun
langsung meminta maaf ke wanita tua yang duduk didepannya.
"Mianhe noona, untung kau
berdiri jauh kalau tidak baju putihmu pasti kotor" Ucap Baekhyun meminta
maaf ke wanita itu. Untung saja tadi dia punya firasat untuk bergeser
menjauhinya.
Menyebalkan sekali! Anak itu
benar-benar ingin selalu dijitak olehku. Gumam Ha Ra ngedumel di dalam hati
sambil membersihkan air minuman yang tersebar di lantai memakai tissue.
***
"Byun Baekhyun!!"
Langkah Baekhyun terhenti dan
terlonjak kaget karena ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang.
"Ya!! Goo Ha Ra!!!!"
Teriak Baekhyun di koridor sekolah dengan kesal tanpa berbalik.
"Hehehe kenapa kau tahu ini
aku??" Kepala Ha Ra menyembul ke arah bahu kiri Baekhyun dengan senyuman
lebarnya.
"Karena hanya kau saja yang
selalu seperti itu!" Baekhyun mencoba menarik kunciran rambut Ha Ra namun
gadis itu lebih gesit menghindari tangan Baekhyun.
"Tidak kena wee~" Ledek Ha
Ra menjulurkan lidahnya dan tertawa jalan didepan Baekhyun.
Lagi-lagi gadis itu membuat
jantungnya olahraga. Kesal Baekhyun.
"Ya Ha Ra.." Panggil
Baekhyun lebih pelan menatap Ha Ra dari belakang.
"Wae~~??" Jawab Ha Ra
tanpa menoleh ke Baekhyun dan masih saja jalan di depannya.
"Kau sedang menstruasi?" Bulu
di leher Ha Ra bergidik merasakan hembusan nafas Baekhyun berbicara pelan di
dekat lehernya.
Ha Ra menghentikan langkahnya dan
berdiri kaku sambil bahu nya dipegang oleh kedua tangan Baekhyun.
"Seharusnya belum.. Baekhyun wae? Apakah tembus di rok ku??" Tanyanya
tegang.
Baekhyun tidak menjawab melainkan
menjitak kepala Ha Ra dengan pelan. "Pabo! Cepat kau jalan kedepan, aku
akan menutupi belakangmu sampai ke toilet. Nanti akan kuambilkan seragam
olahragamu agar kau bisa ganti".
Ha Ra mulai jalan dengan pelan
mengikuti perintah Baekhyun. Ia tidak merasa malu jika Baekhyun melihat dia
tembus seperti ini. Tapi Ha Ra merasa semakin bersalah tadi dia mengagetkan
temannya yang sangat baik ini.
Lumayan jauh juga jarak dari koridor
menuju toilet wanita. Beberapa anak diluar kelas memperhatikan mereka berdua
jalan berduaan dengan posisi seperti main kereta apian karena kedua tangan
Baekhyun terus berada di bahu Ha Ra.
"Baekhyun oppa..." Panggil
seorang anak perempuan dengan pelan di depan pintu kelas. Wajahnya seperti
shock sekali melihat Baekhyun jalan sambil memegang bahu Ha Ra.
Kepala Baekhyun dan Ha Ra menoleh
bersamaan ke anak itu.
"Taeyeon.. Mirip sekali.."
Ha Ra mendengar Baekhyun berdesis
ditelinga nya saat melihat anak itu. Kemudian anak itu lari keluar kelas
menjauhi mereka berdua.
"Lee Yoomi!" Panggil
seorang temannya dari dalam kelas melihat anak gadis tadi berlari keluar.
Lalu temannya itu menyadari ada
Baekhyun dan Ha Ra didepan kelasnya yang juga sedang bingung kenapa anak itu
berlari setelah melihat mereka.
"Kalian berdua pacaran?"
Kata temannya itu tanpa basa basi menatap wajah Baekhyun dan Ha Ra bergantian.
"Tidak!" Cepat-cepat
Baekhyun menarik tangannya dari bahu Ha Ra. Entah kenapa Ha Ra menjadi sedikit
kesal melihat sikap Baekhyun ini.
"Syukurlah.. Aku harus
memberitahu info ini kepada Yoomi!" Temannya itu berlari keluar mencoba
mengejar anak yang bernama Lee Yoomi tadi.
Baekhyun memandang anak itu berlari
tanpa mendengar Ha Ra bergumam pelan padanya.
"Kau tidak usah mengantarku,
aku bisa sendiri ke toilet.."
***
"Ha Ra! Aku tidak menyangka dia
mirip sekali dengan Taeyeon, idolaku!"
"Jadi dia yang selama ini
menjadi secret admirer ku?? Seharusnya dia langsung jujur saja padaku,
hehehe"
"Kau tahu? Hari ini dia
mengajakku pulang bersama! Aahhh Ha Ra! Itu seperti Taeyeon mengajakku
kencan!"
Tangan Ha Ra menempelkan earphone ke
telinga dan ia berdiri memegang tasnya.
"Kau sudah mau pulang?"
Tanya Baekhyun menghentikan ocehannya menyadari Ha Ra sudah bersiap.
Kepala Ha Ra hanya mengangguk. Tidak
menjawab Baekhyun.
"Ayo bareng denganku! Yoomi
juga pasti sudah menungguku di gerbang sekolah". Baekhyun tersenyum sambil
mengambil tas nya.
"Shiron~ aku duluan saja.. Aku
tidak mau Yoomi salah sangka denganku lagi. Bye.." Pamit Ha Ra keluar
kelas tanpa memperdulikan Baekhyun yang masih terus memanggilnya.
Entah kenapa Ha Ra benci sekali
perasaan seperti ini. Seharusnya dia ikut bahagia juga Baekhyun bisa
mendapatkan wanita idamannya. Tapi yang dia rasakan malah kesal setiap Baekhyun
ada didekatnya. Apalagi setiap membicarakan Lee Yoomi.
***
Batu kerikil di jalanan menjadi
korban kaki Ha Ra yang terus menendang-nendang ke sembarang arah. Hari ini Ha
Ra pulang sekolah sendirian lagi. Ia terus melangkah malas di jalan pulang ke
arah rumahnya.
"Aw!"
Telinga Ha Ra mendengar jeritan
pelan seseorang. Ia berhenti menendang-nendang batu. Jangan-jangan ada yang
tertimpuk karena batu yang di tendangnya.
"Ya! jadi kau pelakunya Goo Ha
Ra??" Seorang pria seumuran dengannya berdiri sambil mengusap-usap
kepalanya yang tertimpuk batu.
"Kim Jongin!!" Teriak Ha
Ra senang melihat korban tendangan batunya.
Pria bernama Kim Jongin itu
tersenyum melihat Ha Ra berlari mendekatinya. Tangan pria itu ternyata sedang
memegang tali anjing. Mengajak jalan-jalan anjing peliharaannya.
"Kim Jongin! Sudah lama aku
tidak bertemu denganmu! Aaahhh Jjanggu kau sekarang sudah besar~~" Ha Ra
langsung jongkok di dekat kaki Jongin mengelus-elus anjing puddle berwarna
cokelat.
"Kau sendiri? Dimana Byun
Baekhyun??" Tanya Jongin ikut jongkok juga.
Ha Ra menghela nafasnya mendengar
nama Baekhyun. "Kau tidak rindu padaku?? Teman masa kecilmu ini??"
Jongin tertawa mendengar jawaban Ha
Ra. "Tentu saja! Aku juga merindukan Baekhyunee. Kalian berdua adalah
teman terbaikku! Dimana dia? Bukannya kalian selalu bersama??"
Ha Ra menghela nafas lagi.
"Tadinya.. Semenjak dia punya kekasih, dia tidak perduli denganku
lagi.."
"Jinjja!!?? Baekhyunee sudah
punya kekasih!!??"
Ha Ra mengangguk pelan.
"Kukira kalian berdua yang akan
mengundangku ke pernikahan kalian!" Tambah Jongin.
"Yaaa apa maksudmu??"
Jongin masih saja terus tertawa.
"Kalian berdua kan selalu bersama, kau tidak jatuh cinta dengannya??"
"Kim Jongin bisakah kita tidak
membicarakan orang itu??" Gerutu Ha Ra menepuk-nepuk kepala Jjanggu.
"Wae?? Kau cemburu padanya
ya???" Jongin masih terkekeh.
"Ani.." Sangkal Ha Ra.
Kenapa aku harus cemburu kepada Baekhyun? Memangnya aku jatuh cinta dengannya?
Tapi sebetulnya perasaan apa ini? Didada rasanya sesak sekali...
"Ngomong-ngomong bagaimana
kabar isteri mu?" Tanya Ha Ra mengalihkan pembicaraan.
"Sepertinya minggu depan
isteriku akan melahirkan..."
"Jinjja!??? Ya Jjanggu! Sedikit
lagi kita akan mempunyai keponakan!" Pekik Ha Ra girang sambil menggendong
anjing puddle coklat itu. Kim Jongin terkekeh lagi melihat anjingnya
meronta-ronta dipelukan Ha Ra.
***
Sudah beberapa minggu ini Ha Ra
jarang sekali melihat Baekhyun. Disekolah ataupun dirumah. Ha Ra memandang
keluar jendela kamarnya. Tepat di seberang jendela kamarnya adalah jendela
kamar Baekhyun. Biasanya sewaktu kecil Baekhyun suka menyebrang dari genteng rumahnya
ke kamar Ha Ra hanya untuk bermain.
Tapi sekarang, jendela dikamar itu
gelap sekali. Sepertinya penghuni kamar itu belum kembali.
Ha Ra melirik jam dinding kamarnya.
Pukul 11 malam. Kemana anak itu selarut ini dia belum pulang??
Ha Ra menghela nafasnya panjang.
Anak itu pergi kemana sekarang bukan urusannya. Urusannya sekarang adalah
memikirkan kemana perginya Eonni satu-satu nya ini?? Dari tadi dia tidak bisa
menghubungi kakaknya itu.
Drrrrtt.. Drrrtt..
Ponsel Ha Ra bergetar disamping
tangannya. Sedetik dia berharap itu telepon dari Baekhyun, tapi dilayar
ponselnya hanya nomor yang tidak dikenal tertera disana.
"Yeoboseyo.."
"..."
"Ne.. Aku Goo Ha Ra"
"..."
"MWO!!????" Ha Ra bangkit
dari kasurnya matanya terbelalak kaget mendengar kabar yang disampaikan oleh
seseorang diseberang teleponnya.
"Ha Neul eonni! kalian harus
bisa menyelamatkan Ha Neul eonni! Aku mohon!!" Ha Ra teriak diteleponnya
dan menangis dengan kencang setelah pihak rumah sakit memberi tahu ternyata
kakak satu-satunya yang ia tunggu sejak tadi mengalami kecelakaan mobil.
***
Amnesia, huh? Penyakit itu yang
tidak bisa mengenali orang lagi kan??
Langkah Ha Ra terhenti dipinggir
jalan. Dia tidak sanggup lagi melanjutkan langkahnya lagi sampai ke rumah.
Kakinya begitu lemas dan ia berjongkok sambil menangis.
Sudah tengah malam begini tidak akan
ada orang lagi yang melihatnya menangis seperti ini dipinggir jalan. Ia masih
ingat terus perkataan dokter dan juga mantan kekasih kakaknya itu. Ha Neul
eonni mengidap penyakit amnesia. Ha Neul eonni tidak mengenalnya lagi. Adik
satu-satunya.
Tangisan Ha Ra semakin keras. Kini
ia merasa sendirian di dunia ini. Semenjak kedua orang tuanya meninggal hanya
Ha Neul eonni keluarga yang dia miliki. Dan sahabat yang dia miliki pun
sekarang sudah tidak bersamanya lagi. Ha Ra semakin merindukan Byun Baekhyun
disaat seperti ini. Satu-satunya tempat Ha Ra meluapkan semuanya adalah cerita
ke Baekhyun. Tapi Ha Ra sadar itu tidak mungkin lagi.
Ha Ra mencoba berdiri. Tubuhnya
tidak bisa menopang kakinya dengan normal. Pandangannya pun juga kabur karena
air mata yang terus mengalir.
Ia terus melangkahkan kakinya. Entah
kemana ia akan melangkah. Pulang kerumah pun juga tidak ada siapa-siapa disana.
Mata Ha Ra melihat traffic light
sudah berwarna hijau. Ia melangkah lagi mau menyeberang mengira itu lampu hijau
untuk pejalan kaki sampai tersadar ia salah ketika telinga nya mendengar suara
kencang klakson mobil ke arahnya.
"Akhirnya aku menemukan
mu!"
Seseorang menarik tangan Ha Ra ke
pinggir jalan dan langsung memeluknya. Orang itu baru saja menyelamatkan Ha Ra
yang hampir tertabrak oleh truk besar.
Ha Ra sangat mengenal aroma tubuh
yang sedang memeluknya ini. Jantungnya berdetak cepat sekali karena terkejut
dirinya hampir tertabrak dan juga berdetak karena ada dipelukan orang ini.
"Baekhyun...?" Ujar Ha Ra
pelan menahan tangisannya.
Tangan Baekhyun mengeratkan kepala
Ha Ra kedalam pelukannya. "Aku khawatir sekali aku tidak bisa
menemukanmu.. Saat hyung memberitahuku apa yang terjadi dengan Ha Neul noona
aku tidak bisa menghubungimu. Kau belum pulang kerumah dan kau juga tidak ada
di rumah sakit. Ku harap kau sekarang baik-baik saja kan?"
Kepala Ha Ra mengangguk di bahu
Baekhyun. Air matanya mengalir lagi merasakan kenyamanan yang tubuh Baekhyun
berikan ke dirinya.
"Kenapa kau mencariku?
Bagaimana kalau Yoo.."
"Sstt.." Lagi-lagi
Baekhyun mengeratkan pelukannya agar Ha Ra tidak melanjutkan perkatannya
lagi. "Jangan sebut nama itu.."
"Wae? Ada apa kau
dengannya?"
Selama beberapa detik hanya suara
angin malam saja yang terdengar oleh telinga mereka yang kini berdiri di
pinggir jalan yang sepi.
Baekhyun menghela nafasnya sebentar
sebelum menjawab. "Ha Ra, aku ingin minta maaf kepadamu.."
"Kenapa kau harus minta maaf
kepadaku?" Ha Ra menahan isakannya di bahu Baekhyun.
"Karena aku sudah
meninggalkanmu demi Yoomi.. Dan aku tersadar kau lah yang aku butuhkan, bukan
dia.."
Ha Ra tidak tahan lagi menahan
isakannya.
"Hanya kau yang sabar
menghadapi sifat jelekku... Hanya kau yang tahu ketidakmampuanku... Hanya kau
yang selalu menjahitkan kancing bajuku.. Hanya kau yang mau memakan acar timun
dari hamburgerku.. Hanya kau yang paling mengerti diriku, hanya kau Ha
Ra.."
"Ha Ra.. Kau mau kan
memaafkanku?"
Perasaan ini. Perasaan ini yang Ha
Ra inginkan sejak lama. Ia sangat menyayangi Baekhyun.
Bukan tangan Baekhyun yang
mengeratkan pelukan mereka, kini tangan Ha Ra yang memeluk tubuh Baekhyun.
Satu-satunya tubuh yang bisa membuat dirinya nyaman seperti ini. Ha Ra
mengangguk lagi. "Kau jangan meninggalkanku lagi.. Dan aku juga menyadari
hanya kau satu-satunya di dunia ini yang sangat aku butuhkan".
Tangan Baekhyun mengelus ke rambut
Ha Ra yang kuncirannya sudah berantakan. Lalu mengecup kepala gadis itu.
"Aku mencintaimu Goo Ha Ra...
Aku sangat beruntung memilikimu..."
10 tahun kemudian
"Yeobo!!"
Ha Ra menoleh ke arah suara yang ia
kenal. Benar saja, matanya melihat pria tampan berjas rapi didekat air mancur
berjalan mendekat ke arahnya.
"Aah~ appa sudah
datang~~!!" Beritahu Ha Ra kepada bayi laki-laki nya yang baru saja
terbangun di dalam stoller.
"Byun Ra Hyun~ mianhae appa
telat menjemputmu" Ujar pria berjas tadi saat sudah mendekat dan tersenyum
ke arah bayinya sambil pelan-pelan menggendong bayinya yang baru berumur 5
bulan ke dalam dekapannya.
"Ya! Byun Baekhyun! Kau lupa
hari ini harus menjemput anak dan istri mu eoh!?" Tangan Ha Ra menjitak
kepala Baekhyun yang sedang menunduk mencium bayinya.
"Ha Ra-ya! Baekhyun adalah
suami mu kenapa kau masih selalu menjitak kepalanya sih??" Omel Ha Neul
menyikut lengan Ha Ra yang ada disampingnya.
Baekhyun terkekeh mendengar Ha Ra
dimarahi. Tangan kanannya yang bebas tidak memegang Ra Hyun merangkul leher
istrinya itu mendekat. “Kau tahu noona? Semenjak kita menikah kelakuan Ha
Ra memang tidak berubah, tapi itu yang membuatku jadi ingin membuat Ra Hyun..”
Dengan cepat Baekhyun mencium pipi Ha Ra sebelum istrinya itu menjitak lagi.
“Ya yeobo!!” wajah Ha Ra langsung
memerah. “ayo cepat kita pulang! Aku sudah lapar! Hari ini Minseok oppa akan
mentraktir kita~ ah aku bahagia sekali mempunyai kakak ipar yang sangat
pintar, sekarang ia sudah menjadi kepala
rumah sakit! Chukkhae oppa!”
Minseok yang menggandeng Ha Neul
disampingnya hanya tersenyum sumringah dan mulai menggendong Ra Hyun dari
tangan Baekhyun karena pria itu seperti sibuk sekali dengan tas yang dibawanya
dan juga menghindari tangan Ha Ra yang masih saja memegang-megang kepalanya.
Tamat.
Next: Chen’s Story

0 komentar:
Post a Comment