Title: Time Boils The Rain [Part 1]
Author: Monie Akakuro
Contact Author: Twitter @Jonghyunaaa
Genre: Romance
Rating: PG – 13 part awalnya,
selanjutnya… hehehehee *smirk*
Main Cast:
- Kris Wu
Other Cast:
- Anak2 EXO kkkkk
Disclaimer:
Hellooooooooo author ff The Story of
EXO nongol lagiiiiiii~ kkkkk otak lagi beku pengen buat Chanyeol's Story T_T jadinya
malah ngepost ff laen kkkk.
FF ini remake dr ff pertama yg author buat 5 taun lalu, cast nya artis jepang Jin Akanishi. Dan udah re-make2 terus kkk. Setelah dipikir2 cast yg cocok buat anak EXO itu adalah Kris (author msh anggep Kris EXO kkk) case nya Kris hampir sama ama Jin soalnya dan Kris lebih tua drpd yg lain jd pas bgt hahahaha.
FF ini remake dr ff pertama yg author buat 5 taun lalu, cast nya artis jepang Jin Akanishi. Dan udah re-make2 terus kkk. Setelah dipikir2 cast yg cocok buat anak EXO itu adalah Kris (author msh anggep Kris EXO kkk) case nya Kris hampir sama ama Jin soalnya dan Kris lebih tua drpd yg lain jd pas bgt hahahaha.
Synopsis:
Kris seorang artis terkenal di Korea
Selatan selalu membenci para reporter media atau yang disebut juga paparazi.
Suatu ketika hadir seorang wartawan
cantik dari Canada yang telah mengganggu kehidupannya. Kris benci sekali
terhadap wartawan itu sampai akhirnya ia mengetahui rahasia wartawan itu yang
selalu merindukan Korea...
***
“Kris Wu-ssi, apakah gossip itu
benar?”
“Apakah berpengaruh ke penjualan
album baru anda?”
“Apa benar anda dengan Jessica
sepasang kekasih? Bagaimana tanggapan anda?”
Para wartawan terus saja menanyakan
beberapa pertanyaan kepada Kris setelah ia keluar dari pintu Seoul Art Cinema
untuk menghadiri premiere film terbarunya.
Kris melangkahkan kakinya lebih
cepat hampir berlari untuk menuju mobil yang sudah menunggunya di depan. Dengan
sedikit bantuan para bodyguard, akhirnya Kris bisa masuk kedalam mobil dengan
aman tanpa terdorong-dorong oleh tingkah wartawan yang ingin meminta jawabannya
untuk pertanyaan mereka. Ia tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka
seputar gossip itu, karena ia belum tahu apa-apa mengenai hal ini.
“apa maksudnya para wartawan itu?
aku digosipkan pacaran dengan Jessica?” Tanya Kris heran ketika mobil mulai
melaju. Ia menoleh ke Manajer hyung untuk meminta penjelasan.
Manajer hyung mengambil Koran yang
ada di depannya lalu memberikannya pada Kris. "lihat ini..”
Kris melihat judul yang tercetak di
Koran itu, lalu membacanya pelan, “Percintaan Kris Wu dan Jessica telah
terungkap? Apakah mereka benar-benar sepasang kekasih?”
Tidak tahu harus berkata apa, Kris
hanya tertawa setelah membacanya. “dan lihat!” ia memperlihatkan gambar yang
ada di halaman depan Koran itu kepada Manajer hyung, “aku sedang berciuman
dengan Jessica!!?”. Kris tertawa terbahak-bahak melihat foto dirinya terpampang
sedang berciuman dengan Jessica di sebuah restoran.
“Angel yang bagus..” Manajer hyung
terkekeh memberi penilaian terhadap gambar itu. “kau seperti sedang berciuman
Kris"
“hmm.. angel yg sangat bagus”. Kris
sedikit menghentikan tawanya dan mulai melihat lagi gambar di Koran tersebut.
Pintar sekali yang memotretku seperti ini, pikirnya.
Tapi sepertinya foto ini baru
diambil, karena ia ingat pakaian yang dikenakannya itu baru beberapa hari
dipakainya. Kris memperhatikan foto itu sambil mengernyitkan dahinya
mengingat-ingat kapan ia berpose seperti ini. Bersama Jessica… di restoran…
memakai jaket kulit cokelat.. kalau tidak salah ia memakai jaket itu setelah
menghadiri premiere film 5 hari yang lalu.
Aah~ iya, waktu itu Kris ingat dia
bertemu dengan Jessica ketika makan malam bersama untuk merayakan cast party.
Tapi.. kapan Jessica bisa berada sedekat ini?? Kris menelengkan kepalanya
berpikir lagi.
“OH!”. Kris menepuk jidatnya sendiri
setelah mengingatnya.”serangga!”.
Manajer hyung menoleh kearah Kris
mengangkat alisnya, “apa hubungannya foto ini dengan serangga?” tanyanya heran.
Kris tertawa sebentar lalu menjawab,
“kau tahu kan, selain takut dengan hantu aku takut sekali dengan hewan yang
bernama serangga.” Jelasnya sambil menggosok-gosok hidungnya sendiri.
“lalu?” Manajer hyung masih belum
mengerti.
“5 hari yang lalu ketika sedang
makan di restoran aku bertemu dengan Jessica yang juga berada direstoran itu.
Akhirnya dia ikut bergabung makan bersamaku dan cast yang lain. Waktu kami
sedang makan tiba-tiba ada serangga yang menempel didaguku..”
“besar?”. Potong Manajer hyung.
“kecil.. tapi aku tidak perduli
serangga itu besar atau kecil, aku tetap saja tidak suka makhluk itu menempel
di wajahku.” Kris bergidik pelan lalu menjelaskan kejadiannya lagi, “aku
meminta tolong kepada Jessica yang duduk disampingku untuk mengambil hewan
menyebalkan itu. Mungkin karena serangga itu kecil dan Jessica tidak terlalu
melihatnya, maka ia mendekatkan mukanya ke muka ku agar lebih jelas dan mudah
untuk membuangnya. Tapi… paparazzi ini membuat keadaannya menjadi berbeda” Ketus
Kris dan melemparkan korannya ke pangkuan Manajer hyung.
“hmph, jadi seperti itu
kejadiannya?” Manajer hyung menahan tawa. Ia mengambil Koran di pangkuannya dan
memperhatikan foto itu lagi. “sepertinya paparazzi itu memotret mu dari luar
restoran. Pas sekali posisinya Jessica menutupi tubuhmu, menelengkan kepalanya
seperti sedang berciuman”. Ujarnya meneliti poto tersebut. “tapi sepertinya
Jessica membuat paparazzi itu puas dengan hasil jepretannya sendiri.. lihat
saja tangan kirinya yang menempel di pipi mu”. Kata Manajer hyung sambil
nyengir dan menyodorkan Koran itu lagi agar Kris melihatnya lebih jelas.
Kris melirik Koran itu dengan malas.
Tapi Ia ikut memperhatikannya juga. Memang benar saat itu tangan Jessica sedang
menempel di pipinya, dan membuat foto itu semakin mesra.
Lalu ia menaruh korannya lagi di
pangkuan Manajer hyung “haa~ kau seperti tidak tahu kelakuannya Jessica saja.”
Ujar Kris sambil mereganggkan badannya di kursi mobil yang nyaman. “memegang
pipi seperti itu ke laki-laki bagi dia normal-normal saja. Jangan kaget kalau
pipimu juga dipegang olehnya”. Kata Kris memperingatkan.
“ada-ada saja kelakuan dia..”. Kekeh
Manajer hyung mengeleng-gelengkan kepalanya. “mungkin karena dia agak sedikit
manja”.
“mungkin saja.. tapi terkadang sikap
dia jauh lebih dewasa dibanding denganku.” Jawab Kris sambil memandang kearah
jendela mobil.
Dilihatnya langit diluar sudah
sangat gelap. Walaupun sudah hampir tengah malam, tetapi kota Seoul selalu
masih terang oleh cahaya lampu-lampu toko ataupun papan iklan yang tergantung
diatas gedung-gedung.
“tapi.. apakah gossip ini akan
menjadi baik-baik saja??”. tanya Manajer hyung lagi sedikit ragu, dengan adanya
berita seperti ini akan membuat popularitas Kris akan merosot, apalagi sekarang
Kris sedang berada di puncak kepopularitasannya. Konser bersama grup EXO nya
kemarin berjalan dengan sangat sukses dan dia juga baru saja mendapatkan peran
pertamanya dalam layar perak.
Sebetulnya Kris juga tidak mau ambil
pusing dengan segala gossip yang ditujukkan kepadanya. Karena menurut dia,
paparazzi itu tahu apa tentang dirinya? Mereka hanya buang-buang waktu saja
membuat cerita-cerita sampah.
“biarkan saja nanti juga hilang
sendiri” jawab Kris singkat sambil mengibas-ngibaskan sebelah tangannya .
“huaa~ aku capek sekali”. Katanya menguap.
“tapi, bagaimana kalau…”
Omongan Manajer hyung terpotong oleh
dering ponsel Kris yang tiba-tiba berbunyi. “sebentar..”. kata Kris sambil
merogoh saku celana jeans untuk mengambil ponselnya. Kris menarik sebelah sudut
bibirnya dan mendengus saat melihat nama yang tertera dilayar ponsel, Xiu
Luhan.
“ada apa??”. Tanyanya sebelum Luhan
sempat mengucapkan kata ‘halo’.
“tidak ada apa-apa~ hanya mengecek
saja”. Jawab Luhan santai.
Kris sudah tahu pasti temannya ini
sudah mendengar gossip tentang dirinya. Kalau tidak buat apa orang ini
menelepon dengan sangat tidak penting.
“kenapa? Kau kangen padaku??”. Goda
Kris.
“un~ sangat kangen~… rasanya aku
ingin mencoba memukul gitar baruku ke badanmu, pasti asyik sekali! Ayo kita
bertemu!”. Ajak Luhan tanpa rasa dosa.
Kris tersenyum kecut saat mendengar
ajakannya. Sepertinya anak ini mau pamer kalau ia berhasil mendapat kontrak di
film terbarunya.
“bagaimana kalau jam…”. Kris melirik
arlojinya yang sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam. “jam setengah 12 kita
ketemuan di club Gangnam seperti biasa”. Lanjutnya lagi.
“okey~”. Sahut Luhan setuju. “tapi
ajak beberapa temanmu yang blondy-blondy itu biar ramai. Aku tidak mau wartawan
mengejar-ngejarku hanya karena kita tertangkap basah sedang berciuman mesra
disana”. Ledek Luhan.
Kris tertawa mendengarnya,
“sepertinya mereka selalu ada disana setiap saat, tenang saja~”.
“baiklah! Bye~ Kris~”. Ujar Luhan
centil lalu menutup teleponnya.
“e? menjijikan…” Kris baru saja
ingin memasukkan ponselnya kembali ke saku, tapi tiba-tiba ponselnya berdering
lagi. Dilihatnya nama Zhang Yixing yang muncul di layar. Ia langsung menjawab
teleponnya dengan sangat cepat. “1 jam lagi kau sudah harus sampai di Gangnam
Club! Jangan sampai telat!”. Klik. Kris menutup ponselnya lalu tertawa
terbahak-bahak.
“kau akan pergi lagi malam ini?”
Tanya Manajer hyung yang sejak tadi melihat kelakuan Kris.
“ya. Sepertinya mereka harus
menghiburku malam ini”. Jawab Kris masih sambil sedikit tertawa.
“jaga kesehatan mu kalau begitu.
Jangan minum terlalu banyak, karena besok kau harus menghadiri meeting dan
promo kebeberapa tempat lagi”. Ujar Manajer hyung menasehatinya.
“aku selalu mengingat itu”. Gumam
Kris sambil memakaikan tudung jaket ke kepalanya, lalu keluar ketika mobil berhenti
di depan kantor SM Entertainment.
***
Suasana bandara Incheon masih sangat
ramai walaupun diluar sudah sangat gelap. Sa Ra melirik arlojinya, pukul 3
pagi. Selarut ini ia baru tiba di Korea, Negara yang sudah bertahun-tahun ia
tinggalkan dan tidak pernah ia ingatnya lagi.
Sa Ra melihat ke sekeliling dengan
bingung. Lalu sekarang ia harus kemana?. Sebelum berangkat Sa Ra diberitahu
oleh perusahaannya jika ia sampai nanti akan ada yang menjemputnya. Tapi dimana
yang menjemputnya sekarang?
Sa Ra menarik koper besarnya dan
berjalan kearah pintu keluar. Mungkin ada seseorang yang menunggunya disana,
pikirnya sok tahu.
Ternyata tebakannya benar. Sebelum
ia mencapai pintu keluar dilihatnya ada seorang wanita yang sedang jongkok
bersandar ke dinding sambil memain-mainkan karton putih yang bertuliskan 'Sa Ra
Jung' dengan sangat besar.
Sa Ra mengahampiri wanita itu dan
berdoa semoga Sa Ra yang dia maksud adalah dirinya.
“permisi…” sapa Sa Ra pelan-pelan.
Wanita itu mengangkat wajahnya saat
mendengar ada yang menyapa. Matanya terlihat sangat mengantuk dan poninya sudah
acak-acakan keluar dari topi rajutnya. “oh.” Ucapnya kaget saat melihat Sa Ra
berdiri di depannya.
“permisi.. apa kau yang datang
menjemputku?”. Sapa Sa Ra lagi.
“apa kau Sa Ra Jung?” tanyanya
sambil mengangkat tubuhnya berdiri. “jurnalis dari Vancouver, Canada itu?”
“benar. Namaku Sa Ra Jung dari
Vancouver.” Jawab Sa Ra dan membantu wanita itu berdiri yang kelihatannya
sangat lelah sekali berjongkok disitu dari tadi.
“akhirnya kau datang juga~”. Ujarnya
menarik napas panjang lega.
“kenalkan namaku Kim Soo Jin"
sambil tersenyum Soo Jin membungkukkan badannya memberi salam.
Baru saja Sa Ra ingin menjulurkan
tangannya untuk berjabat tangan dengan Soo Jin tapi ia menariknya kembali. Lupa
kalau di Korea memberi salamnya dengan cara membungkuk.
Sa Ra membungkuk kikuk, membalas
salam Soo Jin.
“panggil aku Soo Jin saja, mulai
sekarang kau akan tinggal bersamaku”. Katanya sambil melipat kertas karton yang
ia pegangi dari tadi.
Akan tinggal dengannya? Sa Ra sangat
gembira mendengar itu. Karena perusahaannya di Canada tidak memberitahunya akan
tinggal bersama seseorang di Korea nanti. Jadi ia tidak perlu repot lagi
mencari hotel atau apartemen selama ia tinggal disini.
“aku akan tinggal bersamamu selama
di Korea?” Sa Ra bertanya lagi untuk memastikan.
“memangnya kau tidak mau tinggal
bersama ku?”
“bukan, bukan seperti itu
maksudku…”. Sa Ra buru-buru menjawab saat melihat muka Soo Jin berubah menjadi
sedih. “justru aku senang sekali bisa langsung mendapatkan teman dan tempat
tinggal saat tiba disini”. Tambahnya lagi dan tersenyum memastikan bahwa dia
benar-benar senang.
Sa Ra tersenyum kembali saat
mendengar jawaban dari Sa Ra. “kalau begitu ayo kita pulang”. Ajaknya.
Sa Ra menarik kopernya lagi dan
mengikuti Soo Jin berjalan kearah tempat parkir. Soo Jin menekan tombol kunci
mobilnya dan sedan merah yang terparkir di paling ujung langsung berbunyi.
“sini ku bantu”. Soo Jin membuka
pintu bagasi dan menawarkan bantuannya saat melihat Sa Ra merasa keberatan
mengangkat kopernya sendiri.
“terima kasih”. Lalu mereka berdua
mengangkat koper Sa Rayang sangat besar.
“waw! Ternyata berat sekali..”. Kata
Sa Ra tersengal dan menutup pintu bagasinya lagi.
“maaf”. Sahut Sa Ra meminta maaf
merasa tidak enak.
“tidak apa.. ayo!” Soo Jin masuk
kedalam mobil dan Sa Ra mengikutinya.
**
“jadi kau editor ditempat aku
bekerja nanti?” Tanya Sa Ra setelah mereka banyak mengobrol selama perjalanan
pulang.
“un!” Angguk Soo Jin, matanya masih
tetap kedepan karena sedang menyetir.
“tapi kau tahu? Waktu pertama aku
diterima di perusahaan majalah itu aku sangat senang sekali~!”. Ujar Soo Jin
berseri-seri. “siapa yang tidak senang coba? Bekerja dj majalah Gossip Girl
yang sangat terkenal di Korea. Dari dulu aku sangat mengidamkan bisa bekerja
disana, kau bisa bekerja sambil melihat artis bertebaran”. Soo Jin melirik Sa
Ra sambil senyum-senyum.
Tidak aneh kalau melihat Soo Jin
senang bekerja disana. Sepertinya dia tipe wanita yang senang sekali bergosip.
Dari tadi Sa Ra dijejali oleh ocehan Sa Ra tentang beberapa orang dikantornya
ataupun tentang keluarganya yang akhirnya Sa Ra tahu sekarang, semua keluarga
Soo Jin berada di Busan. Dan Soo Jin hanya tinggal di Seoul sendirian.
“oh iya! Sejak kapan kau tinggal di
Canada?” Tanya Soo Jin tiba-tiba.
“sudah 12 tahun aku tinggal disana.
Sejak umurku 13 tahun”. Jawab Sa Ra.
“lama juga yah? Tapi bahasa korea mu
masih bagus sekali walaupun kau sudah lama tinggal disana.”
Sa Ra hanya tersenyum menjawab
pertanyaan Soo Jin.
Bahasa Korea Sa Ra memang masih baik
karena kedua orang tuanya selalu memakai bahasa korea dirumah.
“mmhh.. berarti kau sempat sekolah
di SMP Korea yah kalau kau pindah saat umur 13 tahun? Kau sekolah dimana waktu
itu?” Tanya Soo Jin ingin tahu lagi.
“hah?” Sa Ra terdiam sesaat saat Soo
Jin mengajukan pertanyaan yang satu ini.
Selain karena alasan Sa Ra
dibutuhkan untuk seorang jurnalis yang bisa bahasa Korea dan Inggris. Karena
alasan ini juga lah Sa Ra mau ditugaskan dari perusahaannya untuk bekerja di
Korea. Sa Ra tidak pernah mengingat masa sekolahnya ataupun masa kecilnya pada
saat ia tinggal di Korea. Yang dia ingat hanya begitu ia keluar dari rumah
sakit karena kecelakaan, keluarganya langsung membawanya pindah ke Canada.
Alasan ibunya waktu itu hanya mengatakan untuk pengobatan dirinya. Pengobatan
untuk otaknya yang mengalami pendarahan begitu parah dan mereka bilang
pengobatan di Korea tidak selengkap dan secanggih di Canada. Itulah mengapa Ia
kembali kesini, untuk mengetahui masa kecilnya dulu. Dan ada satu hal lagi yang
sampai sekarang Sa Ra juga tidak tahu sebabnya, ia selalu merindukan Korea.
Entah mengapa jika ia memikirkan
Korea ada suatu kerinduan yang begitu dalam dihatinya. Dan sekarang ia ingin
menemukan jawaban itu.
“Sa Ra?” suara Soo Jin menghentakkan
lamunannya.
Sa Ra menoleh ke Soo Jin
“kau ingin tahu aku sekolah
dimana??” Sa Ra menelengkan kepalanya seolah sedang berpikir.
“aku lupa..” Cengir Sa Ra.
“kau lupa kau dulu sekolah
dimana??”. Soo Jin merasa tidak percaya.
“Tapi yang pasti dulu aku tinggal di
Seoul. Mungkin sekolahku disekitar situ juga. Mungkin lain kali akan
kuceritakan”. Janjinya.
“kau berjanji padaku, awas kalau
tidak kau ceritakan”. Ancam Soo Jin sambil tersenyum.
“janji!” Sa Ra mengangkat jari
kelingkingnya lalu tersenyum juga.
Sepertinya Sa Ra bisa menjadi teman
yang baik selama ia tinggal di Korea. Mudah-mudahan saja.
Soo Jin membelokkan mobilnya kearah
supermarket. Sa Ra melihat tanda ‘24H’ menyala diatas bangunannya. Supermarket
yang buka 24 jam.
“aku ingin membeli beberapa makanan
sebelum sampai rumah. Tadi siang aku lupa membelinya. Tidak apakan Sa Ra?”
“tidak apa, sekalian aku juga ingin
ke toilet. Sudah tidak tahan dari tadi”. Sa Ra juga baru sadar sejak di pesawat
tadi sebetulnya ia ingin sekali buang air kecil. Tapi karena pikirannya takut
tidak ada yang menjemputnya, dia lupa.
“kau tahu dimana toiletnya?”. Sa Ra
menanyakan arah toiletnya saat turun dari mobil.
“kau berjalan saja kearah sana”. Soo
Jin menunjuk kearah samping kanan gedung. “aku tunggu didalam yah?”
Sa Ra mengangguk lalu pergi kearah
yang tadi ditunjuk Soo Jin.
Karena sudah tidak tahan lagi, Sa Ra
sedikit berlari untuk segera sampai di toilet. Tapi pada saat ia berbelok
tubuhnya ditabrak oleh seseorang sampai ia terjatuh dan bahunya membentur dinding.
“aaww!”. Jerit Sa Ra kesakitan.
Sa Ra mengusap-usap bahunya yang
terbentur tadi. Cukup sakit.
“maafkan aku”. Sa Ra mendengar suara
berat seseorang meminta maaf padanya. Pasti orang yang menabraknya tadi.
“kau tidak apa-apa?”. Orang itu
menjulurkan tangannya untuk membantu Sa Ra berdiri.
Sa Ra mendongak menatap wajah orang
yang menjulurkan tangan kepadanya. Tapi Sa Ra heran dan sedikit takut saat
melihat orang itu. Bagaimana tidak? Malam-malam begini orang itu masih memakai
sunglasses dan kepalanya ditutupi tudung jaket hitamnya. Apakah dia seorang
penjahat. Pikiran Sa Ra sudah melayang kemana-mana.
“kau tidak apa-apa? Mari kubantu”.
Kata orang itu lagi masih tetap menjulurkan tangan, Sa Ra terpaksa memegang
tangannya, karena ia begitu kesulitan ketika berdiri.
“aku tidak apa-apa”. Ujar Sa Ra
setelah ia berhasil berdiri dan menyenderkan tubuhnya ke dinding.
“aku sungguh-sungguh minta maaf
telah menabrak mu sampai jatuh”. Pria itu membungkukkan badannya meminta maaf.
“iya, aku tidak apa-apa”. Ujar Sa Ra
sekali lagi meyakinkannya.
“tadi aku terburu-buru jalannya
sampai aku tidak melihat ada orang yang berbelok”. Jelas pria itu saat sudah
berdiri tegak.
Tubuh pria itu sangat tinggi. Sa Ra
hanya se telinga pria itu saja. Sa Ra menatap laki-laki didepannya dengan jelas
sekarang. Pakaian dan sunglasses yang dipakainya seperti barang mahal. Terkesan
jauh dari penjahat yang ia pikirkannya tadi. Dan cukup lumayan tampan.
“sekali lagi maafkan aku..”
Euwh. Sa Ra mengernyitkan hidungnya.
Mulut pria itu bau sekali alcohol. Pasti sedang mabuk, pantas saja dia menabrak
dirinya.
“kau belum ke mobil juga Kris?”
Sa Ra menoleh kearah sumber suara.
Dilihatnya seorang pria baru keluar dari toilet berjalan kearah mereka. Pria
itu sangat tampan. Sebetulnya ia hanya memakai tshirt putih dan celana jeans
biasa, tapi entah kenapa menurut Sa Ra ada suatu aura yang membuat pria itu
sangat menarik.
“ada apa?” Tanya pria itu heran
melihat temannya membungkuk di depan Sa Ra.
Kris menoleh kearah temannya, “aku
baru saja menabrak wanita ini sampai jatuh..”. jelasnya.
Temannya itu malah tertawa dan
merangkul bahu Kris. “walaupun kau mabuk sepertinya masih sadar juga yah sama
wanita?”.
“Luhan diam kau~”. Kris mengelakan
pundaknya mengusir tangan temannya itu.
Luhan menoleh dan tersenyum kearah
Sa Ra. “apa kau baik-baik saja? Maafkan temanku ini.. kalau sudah mabuk dia
memang suka aneh”. Tangan Luhan meraih kepala Kris menyuruhnya membungkuk
bersamanya. Dan Kris mengikutinya saja.
“iya aku baik-baik saja kok, tenang
saja..”. ujar Sa Ra sambil menyibakkan poninya karena kikuk dihadapi dua orang
pria tampan.
“Sasa-ya...” desis Kris tiba-tiba
saat melihat tahi lalat yang berada di mata kiri Sa Ra.
“e? apa??”. Sa Ra tidak mendengar
terlalu jelas perkataan Kris tadi.
“sepertinya dia benar-benar mabuk.”
Luhan merangkul Kris mengajaknya pergi. “kalau begitu kami permisi, dan sekali
lagi maafkan kami.” Pamitnya sambil mendorong Kris yang saat itu masih menatap
Sa Ra supaya segera jalan.
Sa Ra masih terdiam disitu, masih
memikirkan perkataan orang yang dipanggil Kris tadi. Sasa? Mengapa orang itu
tahu nama panggilannya?.
Atau mungkin saja dia salah dengar,
orang tadi kan lagi mabuk pasti ucapannya tidak jelas. Sambil memegangi
pundaknya yang rada nyeri, akhirnya Sa Ra masuk kedalam toilet.
**
“lama sekali!”. Yixing mengomel di
balik kemudi setirnya ketika Luhan dan Kris masuk kedalam mobil.
“tadi ada sedikit kecelakaan”. Kata
Luhan yang duduk di bangku depan.
“kecelakaan apa?”.
“Tanya saja sama dia..”. Luhan
menunjuk kebelakang.
Kris sudah merebahkan dirinya di
kursi belakang. Matanya terpejam.
Mereka berdua mendengar kata ‘sasa’
keluar dari mulut Kris seperti mengigau.
“siapa Sasa?”. Yixing nengok ke
Luhan bingung.
Luhan mengangkat bahunya tidak
tahu.
“oi Kris! Siapa Sasa?”. Yixing
memanggil Kris dengan agak keras.
Tapi Kris diam saja tidak
menjawabnya. Kepalanya hanya beringsut sedikit membenarkan posisi tidurnya
dengan mata tetap terpejam.
“tadi saja wanita yang ditabraknya
dipanggil seperti itu”. Ujar Luhan memberitahu Yixing.
“tadi dia menabrak wanita??”.
Luhan mengangguk.
“dasar bodoh..”. ucap Yixing
terkekeh. Dan menjalankan mobilnya.
Tapi sepertinya Luhan tidak pernah
mendengar nama Sasa sebelumnya dari Kris. Apa Kris tidak pernah
menceritakannya?
“kau juga tidak mengenal nama
Sasa?" Tiba-tiba Luhan bertanya ke Yixing. Dia masih penasaran.
“tidak, aku baru saja mendengar nama
itu. sebutan barunya untuk setiap wanita yang ditabraknya mungkin.” Jawab
Yixing asal.
Sa Ra kembali ke dalam supermarket
setelah dari toilet. Tapi ia tidak melihat Soo Jin. Kemana dia?
“Sa Ra!"
Terdengar suara Soo Jin
memanggilnya. Sa Ra menengok ke luar dan dilihatnya Soo Jin sudah ada di depan
mobil melambai-lambaikan tangan.
“dari mana saja kau? Lama sekali”.
Tanyanya saat Sa Ra mendekat.
“tadi aku ditabrak orang di depan
toilet sampai terjatuh”. Kata Sa Ra mengadu kejadian tadi.
“tapi kau baik-baik saja?” Soo Jin
terlihat cemas.
“un.” Sa Ra mengangguk.
“sepertinya orang itu sedang mabuk,
makanya jalannya tidak benar sehingga menabrakku.” Katanya lagi.
“menyeramkan sekali.. lain kali kau
hati-hati. Sekarang banyak sekali pemabuk yang pura-pura menabrak tapi niat
sebenarnya dia ingin mencopet”. Kata Soo Jin memberitahunya.
“tapi sepertinya dia bukan pencopet.
Yang menabrak ku dan seorang temannya sangat tampan.” Sa Ra senyum-senyum
mengingat wajah kedua pria tadi.
“benarkah?”. Soo Jin tertarik
mendengarnya.
“yang menabrakku memang agak
terlihat aneh. Malam-malam begini masih saja memakai sunglasses dan kepalanya
ditutupi tudung jaket. Tapi saat aku perhatikan lebih dekat ternyata dia
lumayan tampan. Dan temannya juga, seperti seorang artis kelihatannya”. Ujar Sa
Ra mendeskripsikan.
“aku menyesal tidak ikut dengan mu,
mungkin saja aku mengenal mereka kalau mereka itu artis. Lumayankan bisa
mendapat berita tentang artis yang sedang mabuk”. Insting jurnalis Soo Jin
langsung jalan.
Sa Ra tertawa mendengar pendapat Soo
Jin. “sayang sekali aku belum mengenal banyak artis-artis Korea. Kau mau kan
membantuku?”. Pintanya.
“dengan senang hati”. Soo Jin
tersenyum lebar dan masuk kedalam mobilnya.
***
Sreett. Luhan membuka tirai. Sinar
matahari langsung masuk memenuhi seluruh kamar. Tapi tiba-tiba.. buukh! Sebuah
bantal mendarat di kepala Luhan.
”tutup lagi! Silau!” seru Kris
sambil menutupi kepalanya dengan bantal yang lainnya.
”tidak, sudah jam berapa ini?” Luhan
melempar lagi bantal itu ke Kris.
Kris memakai bantal yang dilempar
Luhan untuk kepalanya. Dan menutupi seluruh badannya dengan selimut.
”kau tidak ada jadwal hari ini?”
Luhan berjalan ke arah tempat tidur Kris.
Dibalik selimut Kris hanya membolak
balikan badan saja seperti kepompong tanpa menjawab pertanyaan Luhan.
Luhan geram melihat kelakuan
temannya itu. Dibukanya selimut itu dengan paksa sambil berkacak pinggang dan
berkata, ”kau mau tidur sampai kapan??”
”aku masih mengantuk~!”. erang Kris
dan menarik selimutnya kembali.
Sebelum selimutnya menutup seluruh
kepala Kris, Luhan menariknya lagi dan membuang selimut itu.
”XIU LUHAN!!" Kris mengerang
keras lalu duduk dengan mata masih terpejam.
”kalau tidak begini kau tidak akan
bangun!”. ujar Luhan.
Kris menguap lebar dan membuka
matanya perlahan. Memandang kosong kedepan seolah sedang mengumpulkan nyawanya.
”kau sudah sadar belum?”
Kris menoleh ke arah Luhan yang
sedang berdiri disamping tempat tidurnya. ”kenapa kau ada disini??”. tanyanya
baru sadar makhluk ini ada didalam kamarnya.
Luhan menghela nafasnya perlahan
sebelum menjawab. ”aku malas pulang ke apartemen, kakiku sudah tak mampu
berdiri lagi setelah menopang badanmu yang berat itu”. Katanya hiperbolis.
Kris memegangi kepalanya yang mulai
terasa pusing akibat minum terlalu banyak tadi malam. ”sepertinya aku tadi
malam benar-benar mabuk”.
”bukan sepertinya, tapi memang iya
tadi malam kau mabuk berat”. Sahut Luhan menambahkan. ”Yixing dan aku harus
menopang mu berjalan dari mobil untuk sampai kesini. Kasihan sekali dia..”
Luhan menunjuk dengan dagu kearah samping Kris.
”benarkah?” Kris memutarkan badannya
kesamping dan melihat ternyata ada Yixing yang sedang tidur disampingnya sejak
tadi dengan selimut menutupi seluruh badannya.
Kris menyunggingkan senyum jahilnya.
lalu mendorong badan Yixing dengan kakinya sampai jatuh terguling dari tempat
tidur.
”APPO!!" teriak Yixing dari
bawah. ”KRIS!! AWAS KAU!!”
Buru-buru Kris bangun dari tempat
tidurnya dan keluar kamar sambil tertawa terbahak-bahak.
Luhan juga ikut terbahak menyaksikan
aksi cara Kris membangunkan Yixing yang ternyata lebih ampuh dibandingkan
caranya membangunkan Kris tadi.
Selimut yang masih membelit badan dan
kepalanya yang berantakan, Yixing memandang Luhan dengan sangat tajam.
“Mwo!!?” tanya Luhan sambil
terkekeh.
“Aaaakkk!!!" tiba-tiba Kris
teriak dari luar. “JAM 10?? AKU TELAAATT!!”
Terdengar suara benda berjatuhan dan
pintu kamar mandi tertutup dengan keras pada saat bersamaan.
”tahu rasa kau!” Umpat Yixing ketika
naik ke tempat tidur lagi.
***
Kris masuk ke kantor SM Entertaiment
dengan sangat terburu-buru. Ditekannya berkali-kali tombol lift agar cepat
terbuka, tapi angkanya masih menunjukkan angka 8. Lama! Umpatnya dalam hati.
Lalu ia pergi menuju tangga. Di
langkahinya 2 anak tangga sekaligus agar lebih cepat.
Ternyata meeting dimajukan lebih
cepat dari semula. Kris baru membaca pesan yang dikirimkan Manajer hyung ketika
Luhan sudah membangunkannya. Untung saja anak itu membangunkannya, coba kalau
tidak? Dia benar-benar akan telat. Sepertinya ia harus berterima kasih sama
Luhan kali ini.
Kris melangkah keluar ketika sudah
sampai di lantai 4. lalu ia berbelok menuju ke ruangan yang ada di paling ujung.
Dilihatnya Baekhyun juga baru datang.
Setengah berlari Kris menyalip masuk
saat Baekhyun membuka pintu dan langsung berdiri didepannya. ”kau telat”. Ucap
Kris, mencegatnya seolah Baekhyun lah yang paling telat datang dibanding
dirinya.
”Ya Hyung!!". sengit Baekhyun.
Kris memutar badannya dan masuk
kedalam seolah tidak terjadi apa-apa tanpa memperdulikan makian Baekhyun
dibelakangnya.
Ternyata anggota EXO yang lain sudah
datang. Ia sudah melihat 4 member EXO nya, Chanyeol, Baekhyun, Sehun dan Suho sedang
asyik dengan aktivitas mereka sendiri. Kris menghempaskan dirinya duduk
disamping sang leader, Suho yang sedang membereskan kotak obat.
"Meetingnya belum mulai juga?”
tanyanya ke Suho.
Suho hanya menggeleng tanpa
mengalihkan pandangannya dari obat-obatan dan vitamin.
Sudah terburu-buru Kris datang
kesini tapi ternyata meeting nya belum di mulai juga. Kris merebahkan tubuhnya
di sofa tanpa memperdulikan omelan Suho karena kakinya yang panjang itu
mengenai kepala Suho saat meluruskan kakinya. Ia tidak perduli, ia masih
mengantuk karena kurang tidur semalam.
Baru Kris akan memejamkan matanya,
Sehun sudah berteriak-teriak memanggilnya.
”Kris hyung! Kau sudah melihat ini?
Gosip tentang mu!” Sehun berteriak heboh di balik laptopnya.
“gossip apa? Gosip dengan Jessica??”
Tanya Kris malas dan memejamkan matanya.
“iya. Kau sudah tahu??” Kata Sehun
lebih pelan dari teriakannya tadi. Malu kalau beritanya ini sudah ketinggalan.
"Haaa~ lain kali jika kalian
keluar makan di restoran pastikan tidak ada serangga dan wanita didekat kalian.
Itu membuat paparazi semakin kaya saja dengan rumor yang mereka buat."
Beritahu Kris sambil membalikan posisi tidurnya di sofa.
Baekhyun tertawa mendengarnya.
Sepertinya Kris sudah muak dengan para paparazi.
”tidak apa Hyung! Hitung-hitung
beramal kepada mereka!”. Baekhyun terkekeh.
”kau saja sana yang beramal, Aku
tidak mau.. Bagaimana kalau kau tidak usah sembunyi-sembunyi lagi jika kau
sedang jalan-jalan dengan Taeyeon pada saat jam 2 malam?" Kris beringsut
kesamping membenarkan posisi tidurnya.
Sehun langsung terbahak dari balik
laptopnya mendengar saran Kris yang membuat Baekhyun menyengir lebar sambil
menimpuk tubuh Kris didepannya dengan botol plastik kosong.
Ketika itu Manajer hyung dan para
staff masuk ke ruangan.
Kris bangun dari sofa mengikuti yang
lain duduk di kursi meja rapat.
“maaf agak sedikit terlambat, tadi
Lee Sooman-ssi memberitahu beberapa hal dulu, mungkin sedikit lagi dia akan
datang kesini.” Ujar Manajer hyung memulai rapat.
Sooman-ssi akan turun tangan dalam
rapat ini? Sepenting itukah?. Kris bertanya-tanya dalam hati.
Muka anggota EXO yang lain pun juga
terheran-heran. Karena jika Sooman-ssi sudah ikut dalam rapat berarti akan ada
sesuatu yang sangat penting dan besar. Tapi apa itu?
“mungkin kalian agak heran jika CEO
ikut andil dalam rapat ini. Ini bukan rapat seperti biasanya. Kalian mungkin
sudah tahu kalau acara ‘EXO Showtime' akan segera di akhiri, jadi kalian tidak
akan ada kegiatan dalam acara tv setelah itu. Tapi Sooman-ssi sepertinya ada rencana
lagi.” Kata Manajer hyung memberitahukan inti dari rapat hari ini.
Apa yang akan direncanakan
Sooman-ssi? Kris makin bingung dan sangat penasaran.
“memangnya apa yang direncanakan
Sooman-ssi?" tanya Chanyeol ingin tahu.
Manajer hyung mengangkat bahunya
menjawab pertanyaan Chanyeol. Tepat saat itu Sooman-ssi masuk.
”maaf aku datang terlambat.” ujar
Sooman-ssi dan langsung duduk disebelah Manajer hyung.
”mungkin kalian agak sedikit heran
dengan hadirnya aku disini. Ini karena aku mempunyai perubahan rencana dalam
jadwal EXO". Sooman-ssi menjelaskan.
”jadwal kami berubah?” tanya Suho.
Sooman-ssi mengangguk.
Apa itu? Orang tua ini lama sekali
memberitahukannya, umpat Kris dalam hati. Ia sudah sangat penasaran.
”Kris Wu.." kata Sooman-ssi.
Kris menoleh ke Sooman-ssi merasa
namanya di panggil. kenapa Sooman-ssi memanggil dirinya? Jantung Kris sedikit
berdebar. ”iya?” jawabnya gugup.
”kau sudah tahu kalau konser EXO
akan dilakukan beberapa bulan lagi..”
Kris mengangguk.
”dan kita sudah menyiapkan konsepnya..”
Kris mengangguk lagi. Lama sekali!
Kris sudah tidak tahan.
"Sebelum memulai konser apakah
kau sudah tahu peran di film China yang akan kau perankan akan mulai syuting
sebentar lagi di Canada..”
Kris mengangguk sebentar lalu
mendongak menatap Sooman-ssi dengan kaget setelah telinganya mendengar kata
’Canada’.
”Canada?? Aku mendapat peran di film
itu??”. jantung Kris semakin berdebar kencang.
Sooman-ssi mengangguk dan tersenyum
lebar. ”benar! Kau mendapatkan peran itu!”.
Jantung Kris sepertinya benar-benar
berhenti kali ini saking senangnya. Canada? Syuting disana? Kris sudah tidak
bisa berkata apa-apa lagi. Pergi ke Canada dan syuting disana adalah impian
terbesarnya sejak dulu. Kris sangat gembira sekali keinginannya ternyata
dikabulkan. Sebelumnya ia sangat tidak yakin ketika membicarakannya dengan
Sooman-ssi beberapa waktu lalu. Agak sulit sebetulnya untuk mewujudkan
impiannya yang satu ini, tapi ternyata ini sudah menjadi kenyataan! Sebentar
lagi ia akan pergi lagi ke Canada setelah 7 tahun. Canada. Negara impiannya.
Dan juga harapannya...
Terdengar gemuruh sorakan dan tepuk
tangan dari anggota EXO yang lain.
"Chukkae! Chukkae!! Selamat
hyung kau bisa melebarkan bakat aktingmu!" Teriak Sehun heboh.
Canada. Aku akan kesana lagi. Kris
mengusap mukanya dengan mata terpejam dan menjambak rambutnya. Aku akan
mencarinya sekali lagi.... janji Kris didalam hati.
Ponsel Kris berbunyi. Ada pesan yang
dikirimkan padanya. Kris membuka pesan itu, ternyata dari Luhan.
’kunci apartemen mu ada di Yixing.
Dia yang terakhir keluar. Sekarang aku sedang syuting diluar kota. Jangan
rindukan aku, oke!? =P’
Kris tersenyum saat membacanya. Lalu
membalasnya.
’aku akan ke Canada, kau yang jangan
merindukan ku’.
Sent. Pesannya sudah terkirim.
5 detik kemudian ponsel Kris
berbunyi lagi. Dilayarnya tertera nama Xiu Luhan memanggil.
To be continued..
0 komentar:
Post a Comment