Friday, December 19, 2014

Time Boils The Rain [Part 1]

Diposkan oleh Unknown di 5:05 PM



Title: Time Boils The Rain [Part 1]



Author: Monie Akakuro



Contact Author: Twitter @Jonghyunaaa



Genre: Romance



Rating: PG – 13 part awalnya, selanjutnya… hehehehee *smirk*



Main Cast:



- Kris Wu

- Jung Sa Ra (OC)

 



Other Cast:

- Anak2 EXO kkkkk



Disclaimer:

Hellooooooooo author ff The Story of EXO nongol lagiiiiiii~ kkkkk otak lagi beku pengen buat Chanyeol's Story T_T jadinya malah ngepost ff laen kkkk.

FF ini remake dr ff pertama yg author buat 5 taun lalu, cast nya artis jepang Jin Akanishi. Dan udah re-make2 terus kkk. Setelah dipikir2 cast yg cocok buat anak EXO itu adalah Kris (author msh anggep Kris EXO kkk) case nya Kris hampir sama ama Jin soalnya dan Kris lebih tua drpd yg lain jd pas bgt hahahaha.



Synopsis:

Kris seorang artis terkenal di Korea Selatan selalu membenci para reporter media atau yang disebut juga paparazi.



Suatu ketika hadir seorang wartawan cantik dari Canada yang telah mengganggu kehidupannya. Kris benci sekali terhadap wartawan itu sampai akhirnya ia mengetahui rahasia wartawan itu yang selalu merindukan Korea...





***



“Kris Wu-ssi, apakah gossip itu benar?”



“Apakah berpengaruh ke penjualan album baru anda?”



“Apa benar anda dengan Jessica sepasang kekasih? Bagaimana tanggapan anda?”



Para wartawan terus saja menanyakan beberapa pertanyaan kepada Kris setelah ia keluar dari pintu Seoul Art Cinema untuk menghadiri premiere film terbarunya.



Kris melangkahkan kakinya lebih cepat hampir berlari untuk menuju mobil yang sudah menunggunya di depan. Dengan sedikit bantuan para bodyguard, akhirnya Kris bisa masuk kedalam mobil dengan aman tanpa terdorong-dorong oleh tingkah wartawan yang ingin meminta jawabannya untuk pertanyaan mereka. Ia tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka seputar gossip itu, karena ia belum tahu apa-apa mengenai hal ini.

“apa maksudnya para wartawan itu? aku digosipkan pacaran dengan Jessica?” Tanya Kris heran ketika mobil mulai melaju. Ia menoleh ke Manajer hyung untuk meminta penjelasan.



Manajer hyung mengambil Koran yang ada di depannya lalu memberikannya pada Kris. "lihat ini..”



Kris melihat judul yang tercetak di Koran itu, lalu membacanya pelan, “Percintaan Kris Wu dan Jessica telah terungkap? Apakah mereka benar-benar sepasang kekasih?”

Tidak tahu harus berkata apa, Kris hanya tertawa setelah membacanya. “dan lihat!” ia memperlihatkan gambar yang ada di halaman depan Koran itu kepada Manajer hyung, “aku sedang berciuman dengan Jessica!!?”. Kris tertawa terbahak-bahak melihat foto dirinya terpampang sedang berciuman dengan Jessica di sebuah restoran.

“Angel yang bagus..” Manajer hyung terkekeh memberi penilaian terhadap gambar itu. “kau seperti sedang berciuman Kris"



“hmm.. angel yg sangat bagus”. Kris sedikit menghentikan tawanya dan mulai melihat lagi gambar di Koran tersebut. Pintar sekali yang memotretku seperti ini, pikirnya.



Tapi sepertinya foto ini baru diambil, karena ia ingat pakaian yang dikenakannya itu baru beberapa hari dipakainya. Kris memperhatikan foto itu sambil mengernyitkan dahinya mengingat-ingat kapan ia berpose seperti ini. Bersama Jessica… di restoran… memakai jaket kulit cokelat.. kalau tidak salah ia memakai jaket itu setelah menghadiri premiere film 5 hari yang lalu.



Aah~ iya, waktu itu Kris ingat dia bertemu dengan Jessica ketika makan malam bersama untuk merayakan cast party. Tapi.. kapan Jessica bisa berada sedekat ini?? Kris menelengkan kepalanya berpikir lagi.



“OH!”. Kris menepuk jidatnya sendiri setelah mengingatnya.”serangga!”.



Manajer hyung menoleh kearah Kris mengangkat alisnya, “apa hubungannya foto ini dengan serangga?” tanyanya heran.

Kris tertawa sebentar lalu menjawab, “kau tahu kan, selain takut dengan hantu aku takut sekali dengan hewan yang bernama serangga.” Jelasnya sambil menggosok-gosok hidungnya sendiri.



“lalu?” Manajer hyung masih belum mengerti.



“5 hari yang lalu ketika sedang makan di restoran aku bertemu dengan Jessica yang juga berada direstoran itu. Akhirnya dia ikut bergabung makan bersamaku dan cast yang lain. Waktu kami sedang makan tiba-tiba ada serangga yang menempel didaguku..”



“besar?”. Potong Manajer hyung.



“kecil.. tapi aku tidak perduli serangga itu besar atau kecil, aku tetap saja tidak suka makhluk itu menempel di wajahku.” Kris bergidik pelan lalu menjelaskan kejadiannya lagi, “aku meminta tolong kepada Jessica yang duduk disampingku untuk mengambil hewan menyebalkan itu. Mungkin karena serangga itu kecil dan Jessica tidak terlalu melihatnya, maka ia mendekatkan mukanya ke muka ku agar lebih jelas dan mudah untuk membuangnya. Tapi… paparazzi ini membuat keadaannya menjadi berbeda” Ketus Kris dan melemparkan korannya ke pangkuan Manajer hyung.



“hmph, jadi seperti itu kejadiannya?” Manajer hyung menahan tawa. Ia mengambil Koran di pangkuannya dan memperhatikan foto itu lagi. “sepertinya paparazzi itu memotret mu dari luar restoran. Pas sekali posisinya Jessica menutupi tubuhmu, menelengkan kepalanya seperti sedang berciuman”. Ujarnya meneliti poto tersebut. “tapi sepertinya Jessica membuat paparazzi itu puas dengan hasil jepretannya sendiri.. lihat saja tangan kirinya yang menempel di pipi mu”. Kata Manajer hyung sambil nyengir dan menyodorkan Koran itu lagi agar Kris melihatnya lebih jelas.



Kris melirik Koran itu dengan malas. Tapi Ia ikut memperhatikannya juga. Memang benar saat itu tangan Jessica sedang menempel di pipinya, dan membuat foto itu semakin mesra.



Lalu ia menaruh korannya lagi di pangkuan Manajer hyung “haa~ kau seperti tidak tahu kelakuannya Jessica saja.” Ujar Kris sambil mereganggkan badannya di kursi mobil yang nyaman. “memegang pipi seperti itu ke laki-laki bagi dia normal-normal saja. Jangan kaget kalau pipimu juga dipegang olehnya”. Kata Kris memperingatkan.



“ada-ada saja kelakuan dia..”. Kekeh Manajer hyung mengeleng-gelengkan kepalanya. “mungkin karena dia agak sedikit manja”.



“mungkin saja.. tapi terkadang sikap dia jauh lebih dewasa dibanding denganku.” Jawab Kris sambil memandang kearah jendela mobil.



Dilihatnya langit diluar sudah sangat gelap. Walaupun sudah hampir tengah malam, tetapi kota Seoul selalu masih terang oleh cahaya lampu-lampu toko ataupun papan iklan yang tergantung diatas gedung-gedung.



“tapi.. apakah gossip ini akan menjadi baik-baik saja??”. tanya Manajer hyung lagi sedikit ragu, dengan adanya berita seperti ini akan membuat popularitas Kris akan merosot, apalagi sekarang Kris sedang berada di puncak kepopularitasannya. Konser bersama grup EXO nya kemarin berjalan dengan sangat sukses dan dia juga baru saja mendapatkan peran pertamanya dalam layar perak.



Sebetulnya Kris juga tidak mau ambil pusing dengan segala gossip yang ditujukkan kepadanya. Karena menurut dia, paparazzi itu tahu apa tentang dirinya? Mereka hanya buang-buang waktu saja membuat cerita-cerita sampah. 

“biarkan saja nanti juga hilang sendiri” jawab Kris singkat sambil mengibas-ngibaskan sebelah tangannya . “huaa~ aku capek sekali”. Katanya menguap.



“tapi, bagaimana kalau…”

Omongan Manajer hyung terpotong oleh dering ponsel Kris yang tiba-tiba berbunyi. “sebentar..”. kata Kris sambil merogoh saku celana jeans untuk mengambil ponselnya. Kris menarik sebelah sudut bibirnya dan mendengus saat melihat nama yang tertera dilayar ponsel, Xiu Luhan.



“ada apa??”. Tanyanya sebelum Luhan sempat mengucapkan kata ‘halo’.



“tidak ada apa-apa~ hanya mengecek saja”. Jawab Luhan santai.



Kris sudah tahu pasti temannya ini sudah mendengar gossip tentang dirinya. Kalau tidak buat apa orang ini menelepon dengan sangat tidak penting.



“kenapa? Kau kangen padaku??”. Goda Kris.



“un~ sangat kangen~… rasanya aku ingin mencoba memukul gitar baruku ke badanmu, pasti asyik sekali! Ayo kita bertemu!”. Ajak Luhan tanpa rasa dosa.



Kris tersenyum kecut saat mendengar ajakannya. Sepertinya anak ini mau pamer kalau ia berhasil mendapat kontrak di film terbarunya.

“bagaimana kalau jam…”. Kris melirik arlojinya yang sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam. “jam setengah 12 kita ketemuan di club Gangnam seperti biasa”. Lanjutnya lagi.



“okey~”. Sahut Luhan setuju. “tapi ajak beberapa temanmu yang blondy-blondy itu biar ramai. Aku tidak mau wartawan mengejar-ngejarku hanya karena kita tertangkap basah sedang berciuman mesra disana”. Ledek Luhan.



Kris tertawa mendengarnya, “sepertinya mereka selalu ada disana setiap saat, tenang saja~”.

“baiklah! Bye~ Kris~”. Ujar Luhan centil lalu menutup teleponnya.



“e? menjijikan…” Kris baru saja ingin memasukkan ponselnya kembali ke saku, tapi tiba-tiba ponselnya berdering lagi. Dilihatnya nama Zhang Yixing yang muncul di layar. Ia langsung menjawab teleponnya dengan sangat cepat. “1 jam lagi kau sudah harus sampai di Gangnam Club! Jangan sampai telat!”. Klik. Kris menutup ponselnya lalu tertawa terbahak-bahak.



“kau akan pergi lagi malam ini?” Tanya Manajer hyung yang sejak tadi melihat kelakuan Kris.



“ya. Sepertinya mereka harus menghiburku malam ini”. Jawab Kris masih sambil sedikit tertawa.



“jaga kesehatan mu kalau begitu. Jangan minum terlalu banyak, karena besok kau harus menghadiri meeting dan promo kebeberapa tempat lagi”. Ujar Manajer hyung menasehatinya.



“aku selalu mengingat itu”. Gumam Kris sambil memakaikan tudung jaket ke kepalanya, lalu keluar ketika mobil berhenti di depan kantor SM Entertainment.



***



Suasana bandara Incheon masih sangat ramai walaupun diluar sudah sangat gelap. Sa Ra melirik arlojinya, pukul 3 pagi. Selarut ini ia baru tiba di Korea, Negara yang sudah bertahun-tahun ia tinggalkan dan tidak pernah ia ingatnya lagi.



Sa Ra melihat ke sekeliling dengan bingung. Lalu sekarang ia harus kemana?. Sebelum berangkat Sa Ra diberitahu oleh perusahaannya jika ia sampai nanti akan ada yang menjemputnya. Tapi dimana yang menjemputnya sekarang?



Sa Ra menarik koper besarnya dan berjalan kearah pintu keluar. Mungkin ada seseorang yang menunggunya disana, pikirnya sok tahu.

Ternyata tebakannya benar. Sebelum ia mencapai pintu keluar dilihatnya ada seorang wanita yang sedang jongkok bersandar ke dinding sambil memain-mainkan karton putih yang bertuliskan 'Sa Ra Jung' dengan sangat besar.



Sa Ra mengahampiri wanita itu dan berdoa semoga Sa Ra yang dia maksud adalah dirinya.



“permisi…” sapa Sa Ra pelan-pelan.

Wanita itu mengangkat wajahnya saat mendengar ada yang menyapa. Matanya terlihat sangat mengantuk dan poninya sudah acak-acakan keluar dari topi rajutnya. “oh.” Ucapnya kaget saat melihat Sa Ra berdiri di depannya.



“permisi.. apa kau yang datang menjemputku?”. Sapa Sa Ra lagi.

“apa kau Sa Ra Jung?” tanyanya sambil mengangkat tubuhnya berdiri. “jurnalis dari Vancouver, Canada itu?”



“benar. Namaku Sa Ra Jung dari Vancouver.” Jawab Sa Ra dan membantu wanita itu berdiri yang kelihatannya sangat lelah sekali berjongkok disitu dari tadi.



“akhirnya kau datang juga~”. Ujarnya menarik napas panjang lega.

“kenalkan namaku Kim Soo Jin" sambil tersenyum Soo Jin membungkukkan badannya memberi salam.



Baru saja Sa Ra ingin menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Soo Jin tapi ia menariknya kembali. Lupa kalau di Korea memberi salamnya dengan cara membungkuk.



Sa Ra membungkuk kikuk, membalas salam Soo Jin.

“panggil aku Soo Jin saja, mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku”. Katanya sambil melipat kertas karton yang ia pegangi dari tadi.



Akan tinggal dengannya? Sa Ra sangat gembira mendengar itu. Karena perusahaannya di Canada tidak memberitahunya akan tinggal bersama seseorang di Korea nanti. Jadi ia tidak perlu repot lagi mencari hotel atau apartemen selama ia tinggal disini.



“aku akan tinggal bersamamu selama di Korea?” Sa Ra bertanya lagi untuk memastikan.



“memangnya kau tidak mau tinggal bersama ku?”



“bukan, bukan seperti itu maksudku…”. Sa Ra buru-buru menjawab saat melihat muka Soo Jin berubah menjadi sedih. “justru aku senang sekali bisa langsung mendapatkan teman dan tempat tinggal saat tiba disini”. Tambahnya lagi dan tersenyum memastikan bahwa dia benar-benar senang.



Sa Ra tersenyum kembali saat mendengar jawaban dari Sa Ra. “kalau begitu ayo kita pulang”. Ajaknya.



Sa Ra menarik kopernya lagi dan mengikuti Soo Jin berjalan kearah tempat parkir. Soo Jin menekan tombol kunci mobilnya dan sedan merah yang terparkir di paling ujung langsung berbunyi.



“sini ku bantu”. Soo Jin membuka pintu bagasi dan menawarkan bantuannya saat melihat Sa Ra merasa keberatan mengangkat kopernya sendiri.



“terima kasih”. Lalu mereka berdua mengangkat koper Sa Rayang sangat besar.



“waw! Ternyata berat sekali..”. Kata Sa Ra tersengal dan menutup pintu bagasinya lagi.



“maaf”. Sahut Sa Ra meminta maaf merasa tidak enak.



“tidak apa.. ayo!” Soo Jin masuk kedalam mobil dan Sa Ra mengikutinya.



**



“jadi kau editor ditempat aku bekerja nanti?” Tanya Sa Ra setelah mereka banyak mengobrol selama perjalanan pulang.



“un!” Angguk Soo Jin, matanya masih tetap kedepan karena sedang menyetir.



“tapi kau tahu? Waktu pertama aku diterima di perusahaan majalah itu aku sangat senang sekali~!”. Ujar Soo Jin berseri-seri. “siapa yang tidak senang coba? Bekerja dj majalah Gossip Girl yang sangat terkenal di Korea. Dari dulu aku sangat mengidamkan bisa bekerja disana, kau bisa bekerja sambil melihat artis bertebaran”. Soo Jin melirik Sa Ra sambil senyum-senyum.



Tidak aneh kalau melihat Soo Jin senang bekerja disana. Sepertinya dia tipe wanita yang senang sekali bergosip. Dari tadi Sa Ra dijejali oleh ocehan Sa Ra tentang beberapa orang dikantornya ataupun tentang keluarganya yang akhirnya Sa Ra tahu sekarang, semua keluarga Soo Jin berada di Busan. Dan Soo Jin hanya tinggal di Seoul sendirian.



“oh iya! Sejak kapan kau tinggal di Canada?” Tanya Soo Jin tiba-tiba.



“sudah 12 tahun aku tinggal disana. Sejak umurku 13 tahun”. Jawab Sa Ra.



“lama juga yah? Tapi bahasa korea mu masih bagus sekali walaupun kau sudah lama tinggal disana.”

Sa Ra hanya tersenyum menjawab pertanyaan Soo Jin.



Bahasa Korea Sa Ra memang masih baik karena kedua orang tuanya selalu memakai bahasa korea dirumah.



“mmhh.. berarti kau sempat sekolah di SMP Korea yah kalau kau pindah saat umur 13 tahun? Kau sekolah dimana waktu itu?” Tanya Soo Jin ingin tahu lagi.



“hah?” Sa Ra terdiam sesaat saat Soo Jin mengajukan pertanyaan yang satu ini.



Selain karena alasan Sa Ra dibutuhkan untuk seorang jurnalis yang bisa bahasa Korea dan Inggris. Karena alasan ini juga lah Sa Ra mau ditugaskan dari perusahaannya untuk bekerja di Korea. Sa Ra tidak pernah mengingat masa sekolahnya ataupun masa kecilnya pada saat ia tinggal di Korea. Yang dia ingat hanya begitu ia keluar dari rumah sakit karena kecelakaan, keluarganya langsung membawanya pindah ke Canada. Alasan ibunya waktu itu hanya mengatakan untuk pengobatan dirinya. Pengobatan untuk otaknya yang mengalami pendarahan begitu parah dan mereka bilang pengobatan di Korea tidak selengkap dan secanggih di Canada. Itulah mengapa Ia kembali kesini, untuk mengetahui masa kecilnya dulu. Dan ada satu hal lagi yang sampai sekarang Sa Ra juga tidak tahu sebabnya, ia selalu merindukan Korea.



Entah mengapa jika ia memikirkan Korea ada suatu kerinduan yang begitu dalam dihatinya. Dan sekarang ia ingin menemukan jawaban itu.



“Sa Ra?” suara Soo Jin menghentakkan lamunannya.



Sa Ra menoleh ke Soo Jin

“kau ingin tahu aku sekolah dimana??” Sa Ra menelengkan kepalanya seolah sedang berpikir.



“aku lupa..” Cengir Sa Ra.



“kau lupa kau dulu sekolah dimana??”. Soo Jin merasa tidak percaya.



“Tapi yang pasti dulu aku tinggal di Seoul. Mungkin sekolahku disekitar situ juga. Mungkin lain kali akan kuceritakan”. Janjinya.



“kau berjanji padaku, awas kalau tidak kau ceritakan”. Ancam Soo Jin sambil tersenyum.



“janji!” Sa Ra mengangkat jari kelingkingnya lalu tersenyum juga.

Sepertinya Sa Ra bisa menjadi teman yang baik selama ia tinggal di Korea. Mudah-mudahan saja.



Soo Jin membelokkan mobilnya kearah supermarket. Sa Ra melihat tanda ‘24H’ menyala diatas bangunannya. Supermarket yang buka 24 jam.



“aku ingin membeli beberapa makanan sebelum sampai rumah. Tadi siang aku lupa membelinya. Tidak apakan Sa Ra?”



“tidak apa, sekalian aku juga ingin ke toilet. Sudah tidak tahan dari tadi”. Sa Ra juga baru sadar sejak di pesawat tadi sebetulnya ia ingin sekali buang air kecil. Tapi karena pikirannya takut tidak ada yang menjemputnya, dia lupa.



“kau tahu dimana toiletnya?”. Sa Ra menanyakan arah toiletnya saat turun dari mobil.



“kau berjalan saja kearah sana”. Soo Jin menunjuk kearah samping kanan gedung. “aku tunggu didalam yah?”



Sa Ra mengangguk lalu pergi kearah yang tadi ditunjuk Soo Jin.

Karena sudah tidak tahan lagi, Sa Ra sedikit berlari untuk segera sampai di toilet. Tapi pada saat ia berbelok tubuhnya ditabrak oleh seseorang sampai ia terjatuh dan bahunya membentur dinding.



“aaww!”. Jerit Sa Ra kesakitan.

Sa Ra mengusap-usap bahunya yang terbentur tadi. Cukup sakit.



“maafkan aku”. Sa Ra mendengar suara berat seseorang meminta maaf padanya. Pasti orang yang menabraknya tadi.



“kau tidak apa-apa?”. Orang itu menjulurkan tangannya untuk membantu Sa Ra berdiri.



Sa Ra mendongak menatap wajah orang yang menjulurkan tangan kepadanya. Tapi Sa Ra heran dan sedikit takut saat melihat orang itu. Bagaimana tidak? Malam-malam begini orang itu masih memakai sunglasses dan kepalanya ditutupi tudung jaket hitamnya. Apakah dia seorang penjahat. Pikiran Sa Ra sudah melayang kemana-mana.



“kau tidak apa-apa? Mari kubantu”. Kata orang itu lagi masih tetap menjulurkan tangan, Sa Ra terpaksa memegang tangannya, karena ia begitu kesulitan ketika berdiri. 



“aku tidak apa-apa”. Ujar Sa Ra setelah ia berhasil berdiri dan menyenderkan tubuhnya ke dinding.



“aku sungguh-sungguh minta maaf telah menabrak mu sampai jatuh”. Pria itu membungkukkan badannya meminta maaf.



“iya, aku tidak apa-apa”. Ujar Sa Ra sekali lagi meyakinkannya.



“tadi aku terburu-buru jalannya sampai aku tidak melihat ada orang yang berbelok”. Jelas pria itu saat sudah berdiri tegak.



Tubuh pria itu sangat tinggi. Sa Ra hanya se telinga pria itu saja. Sa Ra menatap laki-laki didepannya dengan jelas sekarang. Pakaian dan sunglasses yang dipakainya seperti barang mahal. Terkesan jauh dari penjahat yang ia pikirkannya tadi. Dan cukup lumayan tampan.



“sekali lagi maafkan aku..”



Euwh. Sa Ra mengernyitkan hidungnya. Mulut pria itu bau sekali alcohol. Pasti sedang mabuk, pantas saja dia menabrak dirinya.



“kau belum ke mobil juga Kris?”



Sa Ra menoleh kearah sumber suara. Dilihatnya seorang pria baru keluar dari toilet berjalan kearah mereka. Pria itu sangat tampan. Sebetulnya ia hanya memakai tshirt putih dan celana jeans biasa, tapi entah kenapa menurut Sa Ra ada suatu aura yang membuat pria itu sangat menarik.



“ada apa?” Tanya pria itu heran melihat temannya membungkuk di depan Sa Ra.



Kris menoleh kearah temannya, “aku baru saja menabrak wanita ini sampai jatuh..”. jelasnya.



Temannya itu malah tertawa dan merangkul bahu Kris. “walaupun kau mabuk sepertinya masih sadar juga yah sama wanita?”.



“Luhan diam kau~”. Kris mengelakan pundaknya mengusir tangan temannya itu.



Luhan menoleh dan tersenyum kearah Sa Ra. “apa kau baik-baik saja? Maafkan temanku ini.. kalau sudah mabuk dia memang suka aneh”. Tangan Luhan meraih kepala Kris menyuruhnya membungkuk bersamanya. Dan Kris mengikutinya saja.



“iya aku baik-baik saja kok, tenang saja..”. ujar Sa Ra sambil menyibakkan poninya karena kikuk dihadapi dua orang pria tampan.



“Sasa-ya...” desis Kris tiba-tiba saat melihat tahi lalat yang berada di mata kiri Sa Ra.



“e? apa??”. Sa Ra tidak mendengar terlalu jelas perkataan Kris tadi.



“sepertinya dia benar-benar mabuk.” Luhan merangkul Kris mengajaknya pergi. “kalau begitu kami permisi, dan sekali lagi maafkan kami.” Pamitnya sambil mendorong Kris yang saat itu masih menatap Sa Ra supaya segera jalan.



Sa Ra masih terdiam disitu, masih memikirkan perkataan orang yang dipanggil Kris tadi. Sasa? Mengapa orang itu tahu nama panggilannya?.



Atau mungkin saja dia salah dengar, orang tadi kan lagi mabuk pasti ucapannya tidak jelas. Sambil memegangi pundaknya yang rada nyeri, akhirnya Sa Ra masuk kedalam toilet.



**



“lama sekali!”. Yixing mengomel di balik kemudi setirnya ketika Luhan dan Kris masuk kedalam mobil.



“tadi ada sedikit kecelakaan”. Kata Luhan yang duduk di bangku depan.

“kecelakaan apa?”.



“Tanya saja sama dia..”. Luhan menunjuk kebelakang.



Kris sudah merebahkan dirinya di kursi belakang. Matanya terpejam.

Mereka berdua mendengar kata ‘sasa’ keluar dari mulut Kris seperti mengigau.



“siapa Sasa?”. Yixing nengok ke Luhan bingung.



Luhan  mengangkat bahunya tidak tahu.



“oi Kris! Siapa Sasa?”. Yixing memanggil Kris dengan agak keras.

Tapi Kris diam saja tidak menjawabnya. Kepalanya hanya beringsut sedikit membenarkan posisi tidurnya dengan mata tetap terpejam.



“tadi saja wanita yang ditabraknya dipanggil seperti itu”. Ujar Luhan memberitahu Yixing.



“tadi dia menabrak wanita??”.



Luhan mengangguk.



“dasar bodoh..”. ucap Yixing terkekeh. Dan menjalankan mobilnya.



Tapi sepertinya Luhan tidak pernah mendengar nama Sasa sebelumnya dari Kris. Apa Kris tidak pernah menceritakannya?



“kau juga tidak mengenal nama Sasa?" Tiba-tiba Luhan bertanya ke Yixing. Dia masih penasaran.



“tidak, aku baru saja mendengar nama itu. sebutan barunya untuk setiap wanita yang ditabraknya mungkin.” Jawab Yixing asal.



Sa Ra kembali ke dalam supermarket setelah dari toilet. Tapi ia tidak melihat Soo Jin. Kemana dia?



“Sa Ra!"



Terdengar suara Soo Jin memanggilnya. Sa Ra menengok ke luar dan dilihatnya Soo Jin sudah ada di depan mobil melambai-lambaikan tangan.



“dari mana saja kau? Lama sekali”. Tanyanya saat Sa Ra mendekat.



“tadi aku ditabrak orang di depan toilet sampai terjatuh”. Kata Sa Ra mengadu kejadian tadi.



“tapi kau baik-baik saja?” Soo Jin terlihat cemas.



“un.” Sa Ra mengangguk.

“sepertinya orang itu sedang mabuk, makanya jalannya tidak benar sehingga menabrakku.” Katanya lagi.



“menyeramkan sekali.. lain kali kau hati-hati. Sekarang banyak sekali pemabuk yang pura-pura menabrak tapi niat sebenarnya dia ingin mencopet”. Kata Soo Jin memberitahunya.



“tapi sepertinya dia bukan pencopet. Yang menabrak ku dan seorang temannya sangat tampan.” Sa Ra senyum-senyum mengingat wajah kedua pria tadi.



“benarkah?”. Soo Jin tertarik mendengarnya.



“yang menabrakku memang agak terlihat aneh. Malam-malam begini masih saja memakai sunglasses dan kepalanya ditutupi tudung jaket. Tapi saat aku perhatikan lebih dekat ternyata dia lumayan tampan. Dan temannya juga, seperti seorang artis kelihatannya”. Ujar Sa Ra mendeskripsikan.



“aku menyesal tidak ikut dengan mu, mungkin saja aku mengenal mereka kalau mereka itu artis. Lumayankan bisa mendapat berita tentang artis yang sedang mabuk”. Insting jurnalis Soo Jin langsung jalan.



Sa Ra tertawa mendengar pendapat Soo Jin. “sayang sekali aku belum mengenal banyak artis-artis Korea. Kau mau kan membantuku?”. Pintanya.



“dengan senang hati”. Soo Jin tersenyum lebar dan masuk kedalam mobilnya.



***



Sreett. Luhan membuka tirai. Sinar matahari langsung masuk memenuhi seluruh kamar. Tapi tiba-tiba.. buukh! Sebuah bantal mendarat di kepala Luhan.



”tutup lagi! Silau!” seru Kris sambil menutupi kepalanya dengan bantal yang lainnya.



”tidak, sudah jam berapa ini?” Luhan melempar lagi bantal itu ke Kris.

Kris memakai bantal yang dilempar Luhan untuk kepalanya. Dan menutupi seluruh badannya dengan selimut.



”kau tidak ada jadwal hari ini?” Luhan berjalan ke arah tempat tidur Kris.



Dibalik selimut Kris hanya membolak balikan badan saja seperti kepompong tanpa menjawab pertanyaan Luhan.



Luhan geram melihat kelakuan temannya itu. Dibukanya selimut itu dengan paksa sambil berkacak pinggang dan berkata, ”kau mau tidur sampai kapan??”



”aku masih mengantuk~!”. erang Kris dan menarik selimutnya kembali.

Sebelum selimutnya menutup seluruh kepala Kris, Luhan menariknya lagi dan membuang selimut itu.



”XIU LUHAN!!" Kris mengerang keras lalu duduk dengan mata masih terpejam.



”kalau tidak begini kau tidak akan bangun!”. ujar Luhan.

Kris menguap lebar dan membuka matanya perlahan. Memandang kosong kedepan seolah sedang mengumpulkan nyawanya.



”kau sudah sadar belum?”

Kris menoleh ke arah Luhan yang sedang berdiri disamping tempat tidurnya. ”kenapa kau ada disini??”. tanyanya baru sadar makhluk ini ada didalam kamarnya.



Luhan menghela nafasnya perlahan sebelum menjawab. ”aku malas pulang ke apartemen, kakiku sudah tak mampu berdiri lagi setelah menopang badanmu yang berat itu”. Katanya hiperbolis.



Kris memegangi kepalanya yang mulai terasa pusing akibat minum terlalu banyak tadi malam. ”sepertinya aku tadi malam benar-benar mabuk”.



”bukan sepertinya, tapi memang iya tadi malam kau mabuk berat”. Sahut Luhan menambahkan. ”Yixing dan aku harus menopang mu berjalan dari mobil untuk sampai kesini. Kasihan sekali dia..” Luhan menunjuk dengan dagu kearah samping Kris.



”benarkah?” Kris memutarkan badannya kesamping dan melihat ternyata ada Yixing yang sedang tidur disampingnya sejak tadi dengan selimut menutupi seluruh badannya.



Kris menyunggingkan senyum jahilnya. lalu mendorong badan Yixing dengan kakinya sampai jatuh terguling dari tempat tidur.



”APPO!!" teriak Yixing dari bawah. ”KRIS!! AWAS KAU!!”

Buru-buru Kris bangun dari tempat tidurnya dan keluar kamar sambil tertawa terbahak-bahak.



Luhan juga ikut terbahak menyaksikan aksi cara Kris membangunkan Yixing yang ternyata lebih ampuh dibandingkan caranya membangunkan Kris tadi.



Selimut yang masih membelit badan dan kepalanya yang berantakan, Yixing memandang Luhan dengan sangat tajam.



“Mwo!!?” tanya Luhan sambil terkekeh.



“Aaaakkk!!!" tiba-tiba Kris teriak dari luar. “JAM 10?? AKU TELAAATT!!”

Terdengar suara benda berjatuhan dan pintu kamar mandi tertutup dengan keras pada saat bersamaan.

”tahu rasa kau!” Umpat Yixing ketika naik ke tempat tidur lagi.



***



Kris masuk ke kantor SM Entertaiment dengan sangat terburu-buru. Ditekannya berkali-kali tombol lift agar cepat terbuka, tapi angkanya masih menunjukkan angka 8. Lama! Umpatnya dalam hati.



Lalu ia pergi menuju tangga. Di langkahinya 2 anak tangga sekaligus agar lebih cepat.

Ternyata meeting dimajukan lebih cepat dari semula. Kris baru membaca pesan yang dikirimkan Manajer hyung ketika Luhan sudah membangunkannya. Untung saja anak itu membangunkannya, coba kalau tidak? Dia benar-benar akan telat. Sepertinya ia harus berterima kasih sama Luhan kali ini.



Kris melangkah keluar ketika sudah sampai di lantai 4. lalu ia berbelok menuju ke ruangan yang ada di paling ujung. Dilihatnya Baekhyun juga baru datang.



Setengah berlari Kris menyalip masuk saat Baekhyun membuka pintu dan langsung berdiri didepannya. ”kau telat”. Ucap Kris, mencegatnya seolah Baekhyun lah yang paling telat datang dibanding dirinya.



”Ya Hyung!!". sengit Baekhyun.

Kris memutar badannya dan masuk kedalam seolah tidak terjadi apa-apa tanpa memperdulikan makian Baekhyun dibelakangnya.



Ternyata anggota EXO yang lain sudah datang. Ia sudah melihat 4 member EXO nya, Chanyeol, Baekhyun, Sehun dan Suho sedang asyik dengan aktivitas mereka sendiri. Kris menghempaskan dirinya duduk disamping sang leader,  Suho yang sedang membereskan kotak obat.



"Meetingnya belum mulai juga?” tanyanya ke Suho.

Suho hanya menggeleng tanpa mengalihkan pandangannya dari obat-obatan dan vitamin.



Sudah terburu-buru Kris datang kesini tapi ternyata meeting nya belum di mulai juga. Kris merebahkan tubuhnya di sofa tanpa memperdulikan omelan Suho karena kakinya yang panjang itu mengenai kepala Suho saat meluruskan kakinya. Ia tidak perduli, ia masih mengantuk karena kurang tidur semalam.



Baru Kris akan memejamkan matanya, Sehun sudah berteriak-teriak memanggilnya.

”Kris hyung! Kau sudah melihat ini? Gosip tentang mu!” Sehun berteriak heboh di balik laptopnya.



“gossip apa? Gosip dengan Jessica??” Tanya Kris malas dan memejamkan matanya.



“iya. Kau sudah tahu??” Kata Sehun lebih pelan dari teriakannya tadi. Malu kalau beritanya ini sudah ketinggalan.



"Haaa~ lain kali jika kalian keluar makan di restoran pastikan tidak ada serangga dan wanita didekat kalian. Itu membuat paparazi semakin kaya saja dengan rumor yang mereka buat." Beritahu Kris sambil membalikan posisi tidurnya di sofa.



Baekhyun tertawa mendengarnya. Sepertinya Kris sudah muak dengan para paparazi.

”tidak apa Hyung! Hitung-hitung beramal kepada mereka!”. Baekhyun terkekeh.



”kau saja sana yang beramal, Aku tidak mau.. Bagaimana kalau kau tidak usah sembunyi-sembunyi lagi jika kau sedang jalan-jalan dengan Taeyeon pada saat jam 2 malam?" Kris beringsut kesamping membenarkan posisi tidurnya.



Sehun langsung terbahak dari balik laptopnya mendengar saran Kris yang membuat Baekhyun menyengir lebar sambil menimpuk tubuh Kris didepannya dengan botol plastik kosong.



Ketika itu Manajer hyung dan para staff masuk ke ruangan.

Kris bangun dari sofa mengikuti yang lain duduk di kursi meja rapat.



“maaf agak sedikit terlambat, tadi Lee Sooman-ssi memberitahu beberapa hal dulu, mungkin sedikit lagi dia akan datang kesini.” Ujar Manajer hyung memulai rapat.



Sooman-ssi akan turun tangan dalam rapat ini? Sepenting itukah?. Kris bertanya-tanya dalam hati.

Muka anggota EXO yang lain pun juga terheran-heran. Karena jika Sooman-ssi sudah ikut dalam rapat berarti akan ada sesuatu yang sangat penting dan besar. Tapi apa itu?



“mungkin kalian agak heran jika CEO ikut andil dalam rapat ini. Ini bukan rapat seperti biasanya. Kalian mungkin sudah tahu kalau acara ‘EXO Showtime' akan segera di akhiri, jadi kalian tidak akan ada kegiatan dalam acara tv setelah itu. Tapi Sooman-ssi sepertinya ada rencana lagi.” Kata Manajer hyung memberitahukan inti dari rapat hari ini.



Apa yang akan direncanakan Sooman-ssi? Kris makin bingung dan sangat penasaran.

“memangnya apa yang direncanakan Sooman-ssi?" tanya Chanyeol ingin tahu.



Manajer hyung mengangkat bahunya menjawab pertanyaan Chanyeol. Tepat saat itu Sooman-ssi masuk.



”maaf aku datang terlambat.” ujar Sooman-ssi dan langsung duduk disebelah Manajer hyung.

”mungkin kalian agak sedikit heran dengan hadirnya aku disini. Ini karena aku mempunyai perubahan rencana dalam jadwal EXO". Sooman-ssi menjelaskan.



”jadwal kami berubah?” tanya Suho.

Sooman-ssi mengangguk.



Apa itu? Orang tua ini lama sekali memberitahukannya, umpat Kris dalam hati. Ia sudah sangat penasaran.



”Kris Wu.." kata Sooman-ssi.



Kris menoleh ke Sooman-ssi merasa namanya di panggil. kenapa Sooman-ssi memanggil dirinya? Jantung Kris sedikit berdebar. ”iya?” jawabnya gugup.



”kau sudah tahu kalau konser EXO akan dilakukan beberapa bulan lagi..”

Kris mengangguk.



”dan kita sudah menyiapkan konsepnya..”

Kris mengangguk lagi. Lama sekali! Kris sudah tidak tahan.



"Sebelum memulai konser apakah kau sudah tahu peran di film China yang akan kau perankan akan mulai syuting sebentar lagi di Canada..”

Kris mengangguk sebentar lalu mendongak menatap Sooman-ssi dengan kaget setelah telinganya mendengar kata ’Canada’.



”Canada?? Aku mendapat peran di film itu??”. jantung Kris semakin berdebar kencang.



Sooman-ssi mengangguk dan tersenyum lebar. ”benar! Kau mendapatkan peran itu!”.



Jantung Kris sepertinya benar-benar berhenti kali ini saking senangnya. Canada? Syuting disana? Kris sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Pergi ke Canada dan syuting disana adalah impian terbesarnya sejak dulu. Kris sangat gembira sekali keinginannya ternyata dikabulkan. Sebelumnya ia sangat tidak yakin ketika membicarakannya dengan Sooman-ssi beberapa waktu lalu. Agak sulit sebetulnya untuk mewujudkan impiannya yang satu ini, tapi ternyata ini sudah menjadi kenyataan! Sebentar lagi ia akan pergi lagi ke Canada setelah 7 tahun. Canada. Negara impiannya. Dan juga harapannya...



Terdengar gemuruh sorakan dan tepuk tangan dari anggota EXO yang lain.



"Chukkae! Chukkae!! Selamat hyung kau bisa melebarkan bakat aktingmu!" Teriak Sehun heboh.



Canada. Aku akan kesana lagi. Kris mengusap mukanya dengan mata terpejam dan menjambak rambutnya. Aku akan mencarinya sekali lagi.... janji Kris didalam hati.



Ponsel Kris berbunyi. Ada pesan yang dikirimkan padanya. Kris membuka pesan itu, ternyata dari Luhan.



’kunci apartemen mu ada di Yixing. Dia yang terakhir keluar. Sekarang aku sedang syuting diluar kota. Jangan rindukan aku, oke!? =P



Kris tersenyum saat membacanya. Lalu membalasnya.



’aku akan ke Canada, kau yang jangan merindukan ku’.



Sent. Pesannya sudah terkirim.

5 detik kemudian ponsel Kris berbunyi lagi. Dilayarnya tertera nama Xiu Luhan memanggil.



To be continued..






0 komentar:

Post a Comment

 

Monie's World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review